Sri Mulyani Soroti Serapan Belanja K/L yang Lemah di Akhir Tahun

Kompas.com - 27/01/2021, 15:15 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020). BPMI SetpresMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Belanja pemerintah merupakan salah satu faktor pendorong kinerja perekonomian pada tahun 2020 lalu.

Pasalnya, konsumsi dan perdagangan yang merupakan penggerak ekonomi utama RI berkinerja lesu sepanjang tahun lalu.

Namun demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pada kuartal IV 2020 ternyata banyak kementerian/lembaga yang belum bisa melakukan realisasi belanja secara maksimal.

Baca juga: Susunan Dewan Pengawas LPI: Sri Mulyani Ketua, Erick Thohir, dan 3 Profesional jadi Anggota

Termasuk belanja untuk program-program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Pada kuartal IV kita melihat, dari sisi realisasinya, banyak Kementerian/Lembaga yang belim bisa merealisir beberapa program seperti PEN dan lain-lain, dan ini yang nanti akan kita sampaikan dalam realisasi anggaran," jelas Sri Mulyani ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (27/1/2021).

Sri Mulyani mengatakan, hal itu menyebabkan kebijakan countercyclical yang dilakukan pemerintah menjadi tak cukup kuat bila dibandingkan dengan kuartal III.

Untuk diketahui, kebijakan countercyclical merupakan kebijakan untuk menjaga kestabilan ekonomi.

Baca juga: Sri Mulyani Usul Perpanjang Dana Otsus Untuk Papua 20 Tahun ke Depan

 

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah akan mengrangi dan menaikkan pajak selama ekonomi sedang booming, serta meningkatkan belanja dan memangkas pemungutan pajak ketika sedang resesi.

Kinerja belanja K/L yang kurang optimal tersebut terjadi lantaran kebijakan pembatasan kegiatan yang kembali diberlakukan di kuartal IV.

Hal itu turut berpengaruh terhadap realisasi konsumsi masyarakat.

"Kita lihat di kuartal keempat kenaikan dari agregat demand tidak secepat karena kita melihat justru covid mulai menanjak sepenuhnya," jelas Sri Mulyani.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2020 realisasi belanja K/L mencapai Rp 1.055,0 triliun atau sekitar 126,1 persen dari pagu yang ditetapkan dalam Perpres 72/2020, yakni sebesar Rp 836,4 persen.

Baca juga: Soroti Kinerja TKDD Papua, Sri Mulyani: Anggaran Terbesar, Capaian Minim

Realisasi tersebtu terdiri atas belanja pegawai yang realisasinya sebesar Rp 244,6 triliun, belanja barang Rp 416,5 triliun, dan belanja modal sebesar Rp 188,8 triliun.

Selain itu juga ada belanja bantuan sosial yang realisasinya sebesar Rp 205,1 triliun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Whats New
Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

Rilis
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Whats New
Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja Untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja Untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Whats New
Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Whats New
Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Spend Smart
Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Whats New
Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Rilis
Tempat Wisata Dibuka Tetapi Mudik Dilarang, Sandiaga: Pariwisata Bukan Jadi Masalah

Tempat Wisata Dibuka Tetapi Mudik Dilarang, Sandiaga: Pariwisata Bukan Jadi Masalah

Whats New
Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X