Luhut: Jangan Impor-impor lagi, Kita Bisa Ekspor...

Kompas.com - 27/01/2021, 21:38 WIB
Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi  Balai Besar Pengembangan Mekansiasi Pertanian (BBP Mektan) yang berada di Serpong, Tangerang, Rabu (27/1/2021). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Balai Besar Pengembangan Mekansiasi Pertanian (BBP Mektan) yang berada di Serpong, Tangerang, Rabu (27/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengemukakan, proyek food estate yang sedang digarap oleh pemerintah saat ini merupakan kesempatan emas untuk mewujudkan modernisasi pertanian.

Modernisasi pertanian, disebut Luhut bisa terus ditingkatkan dengan tiga pengungkit utama, yaitu bibit, pupuk, serta alat dan mesin pertanian ( alsintan). Khusus untuk alsintan, Luhut menilai mekanisasi memang harus dimasifkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Teknologi alsintan seperti drone, water drip irrigation, dan transplanter diharapkan bisa mendukung pertanian modern yang lebih terintegrasi.

Baca juga: Jokowi Minta Proyek Food Estate di Sumut dan Kalteng Rampung Tahun Ini

"Sebutlah kita punya lahan 7,5 juta hektar. Alsintan cukup kita masifkan separuhnya saja. Bayangkan berapa peningkatan produktivitas yang bisa kita hasilkan. Jangan impor-impor lagi. Kita bahkan bisa ekspor," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (27/1/2021).

Luhut pun mendukung sinergi yang dibangun oleh Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) maupun lembaga-lembaga lainnya dalam pengembangan riset pertanian maupun rekayasa alsintan khususnya.

Apalagi pengembangan alsintan merupakan langkah penting untuk mewujudkan pertanian modern.

"Tidak ada yang bisa dikerjakan sendiri. Kita harus bekerja sama dalam wujudkan pertanian modern," ujarnya.

Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya memang tengah fokus dalam meningkatkan penggunaan alsintan oleh petani di lapangan. Apalagi mekanisasi pertanian memang dipercaya dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan produksi.

"Penggunaan alsintan bisa menekan angka losses (susut hasil) hingga di bawah tiga hingga lima persen. Kalau kita mau tingkatkan produktivitas berbagai komoditas strategis kita, mulai dari padi, kedelai, hingga gula, maka mekanisasi pertanian harus menjadi bagian penting dari program kita," ujar Syahrul.

Syahrul juga menginginkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) turut terlibat dalam pengembangan dari hulu hingga ke hilir.

Sebagai informasi, Luhut hari ini didampingi oleh Mentan Syahril Yasin Limpo sedang mengunjungi Balai Besar Pengembangan Mekansiasi Pertanian (BBP Mektan) yang berada di Serpong, Tangerang.

Kunjungan ke BBP Mektan kali ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan rekayasa dan manufaktur alsintan nasional agar mendukung pengembangan program food estate.

Baca juga: Luhut Targetkan Peta Jalan Food Estate Rampung April 2021



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X