Jejak Sugiat Santoso, Timses Bobby yang Jadi Komisaris Anak BUMN

Kompas.com - 28/01/2021, 10:37 WIB
Sugiat Santoso (kemeja biru) saat menyerahkan bantuan Covid-19 kepada warga Al Jamiyatul Washliyah di kantor Pengurus Wilayah Al Jamiyatul Washliyah Sumut beberapa waktu lalu Dok: Dinas Kominfo Provinsi SumutSugiat Santoso (kemeja biru) saat menyerahkan bantuan Covid-19 kepada warga Al Jamiyatul Washliyah di kantor Pengurus Wilayah Al Jamiyatul Washliyah Sumut beberapa waktu lalu

Salah satunya ketika Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dianggap melanggar aturan Bawaslu yang melarang penyampaian kuliah atau ceramah selama Bulan Ramadan dan Idul Fitri dan membagikan sedekah dan infaq.

"Saya kira ini sudah kelewatan, karena ini kan persoalannya masalah dakwah. Menurut saya ini juga melanggar Pancasila, karena seperti diketahui sila pertama itu ketuhanan yang maha esa," ujar Sugiat dikutip dari pemberitaan Tribun Medan, 18 Mei 2018. Belakangan, pasangan Eramas memenangi Pilgub Sumut. 

Baca juga: Daftar 17 Relawan Jokowi di Kursi Komisaris BUMN

Setahun setelahnya atau di gelaran Pilpres 2019, ia kembali masuk timses. Kali ini bergabung di kubu pasangan Prabowo-Sandi untuk merebut kantong suara di Sumut.

Di Pilpres 2019, jabatan Sugiat Santoso adalah sebagai Ketua Relawan Badan Pemenangan Prabowo - Sandiaga Uno (PADI Sumut).

"Kita baru memenangkan pilgub Sumut dan saya termasuk pada bagian di dalamnya, saya yakin dengan uforia ini, pemilih Eramas akan memilih Prabowo -Sandi," ujar Sugiat.

Menurut Sugiat pihaknya kala itu mengaku telah mengadakan survei internal dan memprediksi kemenangan Padi di Sumatera Utara sebesar 70 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Projo Desak Erick Thohir Perbanyak Komisaris BUMN dari Relawan Jokowi

"Kemenangan Eramas akan terulang pada Prabowo - Sandi," beber dia.

Provinsi Sumatera Utara, kata Sugiat, merupakan wilayah dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbesar setelah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Oleh karenanya, apabila Prabowo - Sandi menang telak di provinsi tersebut, akan menular pada wilayah lainnya yang ada di Pulau Sumatera.

"Di Sumatera Utara kami akan fokus di daerah Pantai Timur dan Tabagsel seperti saat Eramas kemarin," tutur dia.

Nama Sugiat Santoso juga pernah tersandung hukum atas kasus pelanggaran UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Baca juga: Laporan Polisi Penghinaan Komisaris BUMN Stafsus Erick Thohir Bermula dari Grup WA

Masih dikutip dari pemberitaan Tribun Medan, Sugiat Santoso diproses Subdit V/Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut karena pernyataannya menyebut, kasus PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) merupakan bentuk kriminalisasi terhadap keluarga H Anif.

Bahkan, Sugiat juga menyatakan, jika ada pihak-pihak yang coba mengusik keluarga H Anif, maka itu sama halnya dengan mengganggu ketentraman dan mengusik masyarakat Sumut, khususnya umat Islam.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X