Terimbas Pandemi, Bagaimana kelanjutan Proyek Smelter Freeport?

Kompas.com - 28/01/2021, 12:12 WIB
Tambang Bawah Tanah - Suasana tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua, beberapa waktu lalu. PT Freeport menginvestasikan 4 miliar dollar AS untuk membangun tambang bawah tanah dan akan menambah 15 miliar dollar AS jika perpanjangan kontrak disetujui pemerintah.

Kompas/Nobertus Arya Dwiangga Martiar (NAD)
16-07-2015 NOBERTUS ARYA DWIANGGA MARTIARTambang Bawah Tanah - Suasana tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua, beberapa waktu lalu. PT Freeport menginvestasikan 4 miliar dollar AS untuk membangun tambang bawah tanah dan akan menambah 15 miliar dollar AS jika perpanjangan kontrak disetujui pemerintah. Kompas/Nobertus Arya Dwiangga Martiar (NAD) 16-07-2015

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah mencari jalan keluar, untuk menyelesaikan proyek pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan atau smelter tembaga, yang terhambat pelaksanaannya akibat pandemi Covid-19.

Manajemen Freeport McMoran menyatakan, imbas dari pandemi dan kebijakan pembatasan pergerakan, pembangunan proyek yang digarap perusahaan afisiliasinya itu mengalami hambatan, seperti halnya perubahan jadwal kerja dan perjalanan para mitra kontraktor.

Merespon hal tersebut, PTFI disebut telah melakukan diskusi dengan pemerintah agar pelaksanaan proyek yang merupakan bagian dari perjanjian IUPK PTFI itu, dapat ditunda penyelesaiannya hingga Desember 2023.

Baca juga: Jejak Sugiat Santoso, Timses Bobby yang Jadi Komisaris Anak BUMN

"PTFI terus berdisuksi dengan pemerintah Indonesia, guna membahas jadwal yang ditangguhkan untuk proyek tersebut, serta lternatif lainnya sehubungan dengan pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung dan kondisi ekonomi yang bergejolak," tutur Manajemen Freeport McMoran, dalam laporan resmi perusahaa, dikutip Kamis (28/1/2021).

Pada saat bersamaan, PTFI juga tengah menjajaki opsi perluasan kapasitas pengolahan konsentrat di smelter eksisting yang dikelola oleh PT Smelting, di Gresik, Jawa Timur.

Freeport McMoran menyebutkan, PTFI sedang melakukan pembahasan dengan pemilik saham mayoritas Smelting, yakni Mitsubishi Materials Corporation, terkait perluasan kapasitas smelter sebesar 30 persen atau 300.000 metrik ton per tahun.

Dengan perluasan kapasitas itu, maka proyek pembangunan Smelter baru yang tengah digarap PTFI dapat dikurangai kapasitasnya, dari 2 juta metrik ton per tahun, menjadi 1,7 juta metrik ton per tahun.

Baca juga: Kemenhub Keluarkan Maklumat Pelayaran karena Cuaca Ekstrem, Simak Rinciannya

Terakhir, PTFI juga sedang berdiskusi dengan pihak ketiga terkait porensi pembangunan smelter baru yang berlokasi di luar Jawa Timur.

"PTFI terus mengevaluasi proyek pembangunan smelter di Jawa TImur, dan secara bersamaan melakukan diskusi dengan pihak ketiga untuk melakukan pengembangan smelter baru di lokasi alternatif," tulis Manajemen Freeport McMoran.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X