BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Asus

Agar Mampu Bersaing di Era Industri 4.0, Perusahaan Perlu Lakukan 3 Strategi Ini

Kompas.com - 28/01/2021, 13:04 WIB
Ilustrasi ruang server DOK. SHUTTERSTOCKIlustrasi ruang server
|

KOMPAS.com – Era industri 4.0 hampir mengubah sebagian besar proses kerja berbagai sektor. Pemanfaatan teknologi terbaru nan canggih menjadi salah satu faktornya. Adapun tujuannya untuk dapat mengeskalasi tingkat efisiensi dan efektivitas pekerjaan agar lebih optimal.

Namun, sebelum menuju ke arah tersebut, perusahaan perlu menjalankan tiga strategi awal agar lebih siap menyongsong era industri 4.0 dan mampu bersaing dengan kompetitor di sektor yang sama.

Tiga strategi yang dimaksud meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperkuat jaringan bisnis, dan penggunaan teknologi yang tepat. Untuk penjelasan lebih lengkap, simak ulasan berikut.

1. Peningkatan kualitas SDM

Hasil riset McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa 15 persen dari seluruh pekerjaan di dunia pada 2030 akan digantikan oleh sistem automasi dan robot. Dengan kata lain, terdapat sekitar 400 juta orang di seluruh dunia yang berpotensi kehilangan pekerjaannya pada rentang 2016-2030.

Kendati demikian, di lain sisi akan ada peningkatan permintaan pekerjaan baru sebanyak 21-33 persen hingga 2030. Berarti, terdapat sekitar 555-890 juta pekerjaan baru yang bisa dimanfaatkan. Beberapa jenis pekerjaan baru tersebut di antaranya data analyst, machine learning specialist, dan big data specialist.

Permasalahannya, jumlah orang yang menguasai bidang tersebut tidak banyak. Hal inilah yang harus diperhatikan perusahaan jika ingin melakukan lompatan besar di era industri 4.0.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perusahaan perlu meningkatkan kualitas SDM mereka dengan cara memberikan pelatihan terkait penggunaan teknologi teranyar atau merekrut karyawan baru yang lebih kompeten.

Ilustrasi jaringan bisnisDOK. SHUTTERSTOCK Ilustrasi jaringan bisnis

2. Perkuat jaringan bisnis

Pada dasarnya, ada dua strategi yang bisa perusahaan jalankan terkait penguatan jaringan bisnis mereka, yakni membidik investor baru untuk menanamkan modal dan menjangkau konsumen lebih luas untuk meningkatkan penjualan.

Namun, untuk bisa meyakinkan investor memberikan suntikan dana, perusahaan harus bisa membuktikan bahwa bisnisnya berjalan lancar dan berpotensi menghasilkan profit besar. Oleh karena itu, perusahaan harus fokus dalam menjangkau konsumen mereka terlebih dahulu.

Caranya, bisa dengan menjalankan strategi pemasaran yang tepat sasaran dalam menjangkau konsumen.

Untuk itu, perusahaan perlu mengenali konsumennya, memaksimalkan digital marketing, menyelenggarakan promo, menjalin dan menjaga hubungan dengan konsumen, serta memberi penghargaan kepada konsumen sebagai bagian strategi marketing.

3. Penggunaan teknologi yang tepat

Industri 4.0 tak hanya menyangkut digitalisasi proses dengan bantuan automasi dan robot semata. Lebih dari itu, era industri keempat juga erat hubungannya dengan penggunaan perangkat komputer dan internet.

Melalui kecanggihan internet, proses produksi di berbagai industri kini bisa dipantau dan diketahui dari jarak jauh. Oleh karena itu, kehadiran internet of things (IoT) merupakan salah satu bagian penting pada era industri 4.0.

Masifnya penggunaan internet di masyarakat ternyata juga memacu pengembangan teknologi lainnya.

Beberapa di antaranya big data analytics untuk mendukung perusahaan mengambil keputusan dan menyusun strategi bisnis berdasarkan data, machine learning yang dapat menganalisis pola data dalam jumlah besar, serta cloud computing yang menghadirkan layanan server dan komputasi lebih efisien.

Server ASUS.DOK. ASUS Server ASUS.

Berbicara mengenai server, alat ini merupakan komputer induk yang dirancang untuk menyediakan layanan tertentu dalam suatu sistem jaringan personal computer (PC) perusahaan. Server biasanya memiliki performa lebih tinggi daripada desktop PC dan dapat beroperasi sepanjang waktu.

Server juga berfungsi untuk menyimpan, mengambil, dan mengirim file ke komputer lain dalam suatu jaringan. Bisa dibilang, server merupakan jantung perusahaan yang menyimpan berbagai informasi dan data penting terkait bisnis mereka.

Oleh karena itu, perusahaan harus cermat dalam memilih server yang akan digunakan, baik dari sisi performa, manajemen, dan efisiensi. Bila menginginkan ketiga faktor tersebut ada pada server yang digunakan perusahaan, Anda bisa mempertimbangkan produk server dari ASUS.

Tidak hanya terkenal lewat produk smartphone dan laptop, ASUS juga memiliki serangkaian produk server untuk menunjang operasional perusahaan, terutama dalam menghadapi industri 4.0.

Ada tiga kompetensi inti yang dihadirkan ASUS dalam produk servernya, yakni ASUS Performance Boost Technology untuk meningkatkan performa, ASUS Thermal Radar 2.0 dan Power Balancer guna mendukung efisiensi green computing, serta ASUS Control Center (ACC) untuk manajemen yang lebih andal.

Melalui ASUS Performance Boost Technology, server akan memaksimalkan frekuensi prosesor dalam operasi multi-core sebanyak 24,5 persen dan menghindari pergeseran frekuensi untuk mengurangi latensi. Selain itu, teknologi ini juga dapat mengakselerasi daya secara otomatis untuk meningkatkan kinerja server.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, perusahaan bisa menggunakan server ESC8000 G4, RS720-E9, dan RS300-E10 untuk prosesor Intel serta server ESC4000A-E10 dan RS500A-E10 untuk prosesor AMD EPYC 7002.

Selanjutnya, ASUS Thermal Radar 2.0. Teknologi ini telah dilengkapi 56 sensor untuk menunjang performa, kipas dinamis yang dapat membuat pemantulan termal lebih presisi, dan informasi termal secara akurat yang dapat mengurangi konsumsi daya.

Perusahaan pun dapat menggunakan jenis server RS720-E9-RS8 dengan prosesor Intel serta server RS620SA-E10-RS12 dan RS500A-E10-PS4 dengan prosesor AMD untuk mendapatkan manfaat teknologi ASUS Thermal Radar 2.0 dan ASUS Power Balancer.

Terakhir, terdapat teknologi ASUS Control Center yang bisa perusahaan manfaatkan. Dengan teknologi ini, perusahaan dapat memusatkan manajemen teknologi informasi (TI) dalam satu pusat data, mendapatkan kompatibilitas yang tinggi dengan support dari berbagai jenis prosesor, dan melakukan efisiensi dengan bantuan automasi.

Perlu diketahui, terdapat 1,2 juta lebih perusahaan di sektor mekanika, medis, finansial, pendidikan, dan telekomunikasi yang sudah memanfaatkan ASUS Control Center.

Selain server, ASUS juga memiliki jajaran produk sistem workstation. Sistem workstation didesain untuk para content creator maupun profesional yang memerlukan sistem berkinerja tinggi dalam menjalankan aplikasi desain, kecerdasan buatan (artificial intelligence), deep learning, dan pekerjaan lainnya yang berkaitan dengan digitalisasi.

Tak hanya produk server dan workstation, ASUS juga memiliki produk Mini PC berukuran di bawah dua liter yang dapat memaksimalkan infrastruktur TI perusahaan.

Berbekal ukuran yang kecil tersebut, Anda dapat menempatkan PC di ruang kerja yang terbatas. Bahkan, bisa pula ditempelkan di belakang monitor secara langsung.

Dari sisi kinerja, ASUS Mini PC menghadirkan performa setara dengan PC desktop konvensional dengan keunggulan dari sisi konsumsi daya yang jauh lebih rendah. Selama ini, beberapa industri, seperti perkantoran, toko ritel, digital signage, dan kiosk, telah memanfaatkan produk Mini PC dari ASUS sebagai pusat komputasinya.

Asus Mini PC jenis PN62.DOK. ASUS Asus Mini PC jenis PN62.

 

Sebagai rekomendasi untuk keperluan tersebut, Anda bisa menggunakan Asus Mini PC jenis PN62 dan PN40. ASUS Mini PC PN62 merupakan mini PC yang ringkas dan memiliki performa baika untuk komputasi harian.

Untuk spesifikasi, ASUS Mini PC PN62 memiliki ukuran 115 x 115 x 49 milimeter (mm) dan berat 0,7 kilogram (kg). Dengan ukuran yang begitu ringkas dan ringan, mini PC ini bisa dibawa ke mana saja dan dihubungkan dengan monitor lain.

ASUS Mini PC PN62 juga sudah dibekali prosesor Intel Core generasi ke-10 terbaru dan memori DDR4 yang lebih kencang 1,5x dari DDR3. Dengan kemampuan tersebut, mini PC ini memberikan daya lebih efisien mencapai 20 persen dibandingkan DDR3.

Asus Mini PC jenis PN40.DOK. ASUS Asus Mini PC jenis PN40.

Selanjutnya, ASUS Mini PC PN40. Meskipun berukuran kecil, mini PC ini sudah dibekali prosesor Intel Celeron generasi terbaru yang memiliki kinerja performa 34 persen lebih besar.

Sama seperti PN62, PN40 juga memiliki sistem chasis sliding yang memudahkan Anda melakukan upgrade hardware di dalam PC. Anda pun bisa mengganti storage dari harddisk drive (HDD) ke solid state drive (SSD )atau sebaliknya dengan mudah.

PC ini juga sudah dibekali RAM DDR4 yang memiliki kemampuan 1,5x lebih cepat dan 20 persen lebih hemat energi dibandingkan PC dengan DDR3. Saat beroperasi maksimal, PC ini juga tidak bising dengan frekuensi suara hanya 33,4 desibel (dB) dan 20,6 dB saat idle.

Untuk informasi lebih lengkap terkait server ASUS, Anda bisa mengklik tautan ini. Mini PC tersebut juga bisa Anda dapatkan di Official Store ASUS di Tokopedia dengan mengklik tautan berikut.

Dengan tiga strategi yang dijalankan tersebut, diharapkan perusahaan dapat lebih siap menghadapi persaingan di era industri 4.0.


Rekomendasi untuk anda
WORK SMART
Politik Kantor
Politik Kantor
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmi Jadi Bank Digital, BRI Agro Ubah Nama Jadi Bank Raya

Resmi Jadi Bank Digital, BRI Agro Ubah Nama Jadi Bank Raya

Whats New
PT KAI Gandeng PT INTI Implementasikan Sistem Kontrol Kereta Terpusat

PT KAI Gandeng PT INTI Implementasikan Sistem Kontrol Kereta Terpusat

Whats New
IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis

IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis

Whats New
Canda Erick Thohir: Jadi Menteri BUMN Harus Tahan Panas sebab Kursinya Itu Panas

Canda Erick Thohir: Jadi Menteri BUMN Harus Tahan Panas sebab Kursinya Itu Panas

Whats New
Sri Mulyani: Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit

Sri Mulyani: Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit

Whats New
Balada Impor Garam di 2 Periode Jokowi

Balada Impor Garam di 2 Periode Jokowi

Whats New
Menperin Agus: Pemberlakuan IOMKI Dorong Kontribusi Pertumbuhan Sektor Industri

Menperin Agus: Pemberlakuan IOMKI Dorong Kontribusi Pertumbuhan Sektor Industri

Whats New
OJK Tutup 425 Penyelenggara Investasi dan 1.500 Fintech P2P Lending Ilegal

OJK Tutup 425 Penyelenggara Investasi dan 1.500 Fintech P2P Lending Ilegal

Whats New
Bulu Mata Palsu Asal Purworejo Mendunia, Diekspor hingga ke AS

Bulu Mata Palsu Asal Purworejo Mendunia, Diekspor hingga ke AS

Whats New
Luhut Minta Kepala Daerah Hadirkan Produk dan Layanan Premium

Luhut Minta Kepala Daerah Hadirkan Produk dan Layanan Premium

Whats New
Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Earn Smart
6 Perempuan Muda Ini Bakal 'Ambil Alih' Jabatan Erick Thohir

6 Perempuan Muda Ini Bakal "Ambil Alih" Jabatan Erick Thohir

Whats New
Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

Whats New
Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

Whats New
Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

Whats New
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.