Nasabah Bank Muamalat Kini Bisa Gunakan QR Code, Begini Caranya

Kompas.com - 28/01/2021, 13:12 WIB
Ilustrasi QR code SHUTTERSTOCK/BloomiconIlustrasi QR code

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk meluncurkan fitur kode QR dengan nama Muamalat Quick Response Indonesian Standard (MQRIS) dalam aplikasi mobile banking Muamalat DIN.

Direktur Bisnis Ritel Bank Muamalat Purnomo B Soetadi mengatakan, penyematan fitur diarahkan agar nasabah bisa bertransaksi secara aman dan nyaman secara non tunai di berbagai merchant yang sudah mengadopsi QRIS.

Nantinya untuk melakukan transaksi, nasabah bisa langsung membuka mobile banking Muamalat DIN dan mengetuk ikon QR code pada menu.

"Tinggal login ke mobile banking, ada ikon QRIS di bagian bawah tengah, klik. Kemudian dipakai untuk membayar transaksi dengan melakukan scan di bagian kode merchant. Masukkan jumlah nominal, konfirmasi, dan masukkan PIN," kata Purnomo dalam peluncuran secara virtual, Kamis (28/1/2021).

Baca juga: RUPSLB Muamalat Hasilkan Tiga Keputusan

Karena tersedia di mobile banking, nasabah yang dapat menggunakan fitur MQRIS ini adalah nasabah yang sudah memiliki Muamalat DIN dalam ponselnya. Jika belum, nasabah bisa meminta pihak bank Muamalat terdekat untuk melakukan pendaftaran.

Setelah melakukan pendaftaran, nasabah juga perlu melakukan aktifasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bagi yang sudah memiliki rekening tabungan di Bank Muamalat, daftarkan dan aktifasi aplikasi Muamalat DIN. Kemudian ponsel yang sudah ada aplikasi mobile banking Muamalat DIN bisa dipakai bertransaksi ke merchant dengan lambang QR code," tutur dia.

Lebih lanjut dia menuturkan, peluncuran fitur kode QR ini merupakan bentuk transformasi digital yang menjadi strategi bisnis Bank Muamalat pada tahun 2021. Sebab, transformasi digital merupakan satu-satunya cara perbankan tetap bisa bertahan di industri 4.0.

Apalagi, OJK dan Bank Indonesia sudah mendorong perbankan memaksimalkan penggunaan digital. BI bahkan telah menyiapkan blue print Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025.

Dalam blue print, ada beberapa visi yang ingin dicapai, yakni mendukung sistem keuangan ekonomi digital, interlink antar fintech dengan perbankan untuk minimalisasi shadow banking, serta keseimbangan antara inovasi dengan perlindungan konsumen (consumer protection).

"Kami mendukung program regulator tersebut sekaligus mewujudkan keinginan para nasabah yang memang sudah sangat menanti fitur ini," sebutnya.

Sebagai informasi, MQRIS terhubung dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia.

Bank Muamalat bekerja sama dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama) selaku lembaga switching.

Baca juga: BPKH akan Tanam Rp 3 Triliun di Bank Muamalat



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APSD Gandeng Ritase Dorong Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

APSD Gandeng Ritase Dorong Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

Whats New
Waspada, Ini Ciri-Ciri Entitas Kripto Bodong

Waspada, Ini Ciri-Ciri Entitas Kripto Bodong

Whats New
Animo Masyarakat Terhadap Aset Kripto Naik 50 Persen Hingga Akhir Mei 2021

Animo Masyarakat Terhadap Aset Kripto Naik 50 Persen Hingga Akhir Mei 2021

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] Danau Kelimutu | Pesona Kuil Shinto 1000 Torii | Menjelajah Kota Alexandria

[TREN WISATA KOMPASIANA] Danau Kelimutu | Pesona Kuil Shinto 1000 Torii | Menjelajah Kota Alexandria

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

Rilis
Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Spend Smart
Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Work Smart
[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

Rilis
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Whats New
BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

Whats New
Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

Rilis
Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Whats New
Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Whats New
Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X