Konsumsi BBM Diproyeksi Turun Terus, Ini Strategi Pertamina

Kompas.com - 28/01/2021, 17:39 WIB
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (Dok. Pertamina) Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (Dok. Pertamina)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) berencana mengikuti langkah-langkah perusahaan minyak dan gas (migas) global yang sudah mulai melakukan transisi menuju energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, berdasarkan berbagai riset lembaga internasional, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) diproyeksi akan terus menurun setiap tahunnya.

Bahkan, pada tahun 2040 konsumsi BBM diproyeksi menurun dari 110 juta barrel per hari menjadi sekitar 65 juta hingga 73 juta barrel per hari.

Baca juga: Pertamina Luncurkan Kapal Tanker Raksasa Berkapasitas 2 Juta Barel

"Dengan dasar ini lah Pertamina sebagai oil and gas company melakukan transisi untuk bagaimana beradaptasi dengan perubahan global ini," katanya dalam Media Group News Summit 2021, Kamis (28/1/2021).

Dalam Rancangan Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Pertamina, Nicke menyebutkan, perseroan telah menetapkan berbagai langkah strategis yang berkaitan dengan green transition.

Upaya pertama yang akan dilakukan perusahaan pelat merah itu adalah dengan mengembangkan kilang perseroan, sehingga mampu menjadi green refinery yang dapat memproduksi bahan bakar ramah lingkungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita nantinya juga akan mengoptimalkan eksisting kilang untuk memprdouksi petrochemical yang demand-nya akan meningkat," ujar Nicke.

Selain itu, Pertamina juga akan fokus mengembangkan pengembangan bahan bakar nabati (BBN) berupa biofuel dengan bahan campuran minyak kelapa sawit. Saat ini Pertamina tengah melakukan uji coba biodiesel dengan bauran 40 persen atau B40.

Dalam pengembangan ekosistem EBT nasional, Nicke melihat pentingnya peranan sistem kelistrikan. Oleh karenanya, Pertamina juga akan fokus menggenjot potensi panas bumi atau geothermal, yang potensinya masih sangat besar.

"Hari ini baru 7 persen dari potensi renewable energy geothermal yang sudah di-develop, maka kita masih punya potensi yang besar. Pertaminna sendiri memiliki potensi di atas 1 GW dalam lima tahun ke depan," ucapnya.

Baca juga: Pertamina: Progres Kilang Balikpapan Capai 27,99 Persen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.