Ada Rencana Bangun Bank Digital, Bank Mandiri Pilih Jalur Organik

Kompas.com - 28/01/2021, 18:41 WIB
Ilustrasi Bank Mandiri. Rafapress/SHUTTERSTOCKIlustrasi Bank Mandiri.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengaku belum ada rencana untuk menempuh jalur anorganik dalam pengembangan bank digital (neo bank).

Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans mengatakan, perseroan untuk saat ini bakal menempuh jalur organik lantaran memiliki dua perusahaan anak di sektor perbankan, yakni BSM dan Bank Mandiri Taspen.

"Sebenarnya posisi BMRI sudah memiliki 2 perusahaan anak dalam bentuk bank, yaitu BSM yang bergabung menjadi BSI dan Bank Mantap. Jadi yang akan kita lakukan sampai saat ini kita akan meneruskan satu pengembangan digital bank melalui secara organik," kata Rico dalam paparan kinerja perseroan kuartal IV 2020, Kamis (28/1/2021).

Baca juga: Bank Mandiri Perkirakan 10-11 Persen Debitur Restrukturisasi Gagal Bayar

Rico menuturkan, kedua anak perusahaan itu melayani segmen yang berbeda. BSM dengan ekosistem syariahnya dan Bank Mantap untuk segmen khusus lainnya.

Adapun saat ini, pihaknya sudah melakukan kajian mengenai neo bank.

Kajian itu meliputi beberapa aspek, seperti regulasi, teknologi, organisasi, sumber daya manusia, branding, dan ekosistem.

"Memang akhir-akhir ini neo bank approach merupakan salah satu yang dilakukan oleh bank. Mandiri sebagai salah satu market detail juga memperhatikan ini, kita sudah melakukan beberapa kajian hal terkait hal ini," papar Rico.

Dari sisi ekosistem, bank bersandi saham BMRI masih mempertimbangkan lisensi bank digital nantinya akan menyatu atau sendiri-sendiri.

Baca juga: Laba Bank Mandiri Tahun 2020 Turun 38 Persen Jadi Rp 17,1 Triliun, Ini Sebabnya

Beruntung, kata Rico, Bank Mandiri sebagai perusahaan induk memiliki ekosistem yang bagus sehingga sisi ekosistem tidak menjadi halangan dalam pengembangan digital.

"Sementara dari sisi organisasi, ada beberapa hal yang kita lakukan untuk membantu organisasi Bank Mandiri, sehingga kita juga bisa melakukan pengembangan digital supaya cepat," ungkap Rico.

Lalu dari sisi SDM, pihaknya tengah menyiapkan SDM berkualitas dan andal sehingga pengembangan digital akan lebih mudah dan cepat.

Begitu pun branding yang menjadi salah satu tolok ukur produk diterima dengan baik oleh masyarakat atau tidak.

"Branding, kami memiliki jumlah nasabah yang besar sedemikian rupa sehingga pada saat melakukan negoisasi dengan digital ekosistem lain, kita memiliki empowerment yang cukup," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Kode Bank BCA dan Bank Swasta Lain untuk Keperluan Transfer

Ini Kode Bank BCA dan Bank Swasta Lain untuk Keperluan Transfer

Work Smart
Pertamina Impor Elpiji dari Perusahaan Migas UEA

Pertamina Impor Elpiji dari Perusahaan Migas UEA

Whats New
Harga Saham Tesla Merosot, Kekayaan Musk Hilang Rp 378 Triliun

Harga Saham Tesla Merosot, Kekayaan Musk Hilang Rp 378 Triliun

Whats New
Mau Ubah Gaya Hidup Jadi 'Less is More'? Begini Cara Memulainya

Mau Ubah Gaya Hidup Jadi "Less is More"? Begini Cara Memulainya

Earn Smart
[POPULER MONEY]  Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian | Penumpang Wings Air Buka Jendela Darurat

[POPULER MONEY] Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian | Penumpang Wings Air Buka Jendela Darurat

Whats New
Harga Emas Turun, Saatnya Beli?

Harga Emas Turun, Saatnya Beli?

Earn Smart
Daftar Lengkap Kode Bank di Indonesia untuk Keperluan Transfer

Daftar Lengkap Kode Bank di Indonesia untuk Keperluan Transfer

Work Smart
[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On dari 'Ghosting' | Seni Merayakan 'Ghosting' | Dampak 'Sidebarring' dengan Pasangan

[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On dari "Ghosting" | Seni Merayakan "Ghosting" | Dampak "Sidebarring" dengan Pasangan

Whats New
Intip Kekayaan Moeldoko, Eks Panglima TNI dan Ketum Demokrat Versi KLB

Intip Kekayaan Moeldoko, Eks Panglima TNI dan Ketum Demokrat Versi KLB

Whats New
Simak Poin Penting Aturan Turunan UU Cipta Kerja Sektor Perikanan dan Kelautan

Simak Poin Penting Aturan Turunan UU Cipta Kerja Sektor Perikanan dan Kelautan

Whats New
Telah Disetujui Senat, Masyarakat AS Bakal Dapat Bantuan Rp 20 Juta

Telah Disetujui Senat, Masyarakat AS Bakal Dapat Bantuan Rp 20 Juta

Whats New
Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Work Smart
Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan 'Jirolupat' | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan "Jirolupat" | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

Rilis
Berapa Gaji Pokok yang Didapatkan CPNS dan PPPK Lulusan SMA/SMK?

Berapa Gaji Pokok yang Didapatkan CPNS dan PPPK Lulusan SMA/SMK?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X