Stabilkan Harga Telur Ayam yang Anjlok, Ini yang Dilakukan Kementan

Kompas.com - 29/01/2021, 10:19 WIB
Seorang warga saat membeli telur di salah satu kios pedagang telur di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis  (19/7/2018). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISeorang warga saat membeli telur di salah satu kios pedagang telur di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (19/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga telur ayam mengalami penurunan sejak awal tahun disebabkan pasokan yang melimpah namun daya serap pasar yang rendah. Kondisi ini pun banyak dikeluhkan peternak.

Menurut data Asosiasi Peternak Layer Nasional harga telur ayam di tingkat peternak saat ini Rp 16.000-Rp 17.000 per kilogram secara nasional. Jauh di bawah harga yang dipatok pemerintah sebesar Rp 19.000-Rp 21.000 per kilogram dalam Permendag Nomor 7 Tahun 2020.

Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan penurunan harga telur ayam terus berlanjut hingga akhir Februari 2021. Hal itu tercermin dari necara bulanan yang memprediksi telur suprlus hingga 38.136 ton.

Baca juga: Ini Kata Peternak soal Penyebab Anjloknya Harga Telur Ayam

"Untuk itu perlu segera diambil tindakan agar harga telur ini tidak merugikan peternak," ujar Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Inti Pertiwi kepada Kompas.com, dikutip Jumat (29/1/2021).

Ia menyatakan, pemerintah mengambil sejumlah langkah untuk menstabilisasi harga telur ayam. Pertama, membantu melakukan penyerapan telur dengan harga pembelian pemerintah (HPP) di sentra-sentra produksi yang harganya saat ini sedang jatuh.

"Kementan sedang melakukan gerakan bela beli telur peternak," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah diserap pemerintah, lanjut Inti, telur pun didistribusikan dari wilayah sentra ke konsumen, khususnya ke wilayah yang memiliki permintaan cukup tinggi terhadap telur. Kementan turut mengawasi proses distribusi agar berjalan lancar.

"Yang terpenting memastikan tidak ada permasalahan dalam penetapan harga jual oleh pedagang, artinya tidak boleh ada tindakan pedagang yang menekan harga telur yang dapat merugikan peternak," ucap dia.

Inti menambahkan, pada dasarnya Kementan telah memiliki rencana kerja untuk menjaga stabilisasi harga pangan prioritas pada tahun ini, khususnya terkait perunggasan.

Di antaranya dengan menerapkan HPP di tingkat peternak. Artinya jika harga telur dibawah HPP, pemerintah akan bergerak untuk menyerap komoditas tersebut sesuai HPP.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.