BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Generali

Peran Inovasi Teknologi dalam Pengelolaan Wakaf Masa Kini

Kompas.com - 29/01/2021, 10:32 WIB
Teknologi digital dapat menjadi jembatan untuk mengakselerasi pengembangan wakaf Dok. ShutterstockTeknologi digital dapat menjadi jembatan untuk mengakselerasi pengembangan wakaf
|

KOMPAS.com - Transformasi pengelolaan wakaf tengah menjadi salah satu program yang tengah digaungkan pemerintah. Hal ini ditandai dengan peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) dan Brand Ekonomi Syariah yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (25/1/2021).

Pada peluncuran tersebut, Jokowi mengatakan, besarnya potensi wakaf di Indonesia dapat memberikan dampak signifikan bagi pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial masyarakat.

“Potensi aset wakaf per tahun mencapai Rp 2.000 triliun. Sementara, potensi wakaf uang bisa menembus Rp 188 triliun,” ujar Jokowi seperti diwartakan Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

Oleh karena itu, Jokowi meminta agar pemanfaatan wakaf tidak terbatas pada tujuan ibadah, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kata Jokowi, Indonesia seharusnya mampu menjadi contoh praktik pengelolaan wakaf yang transparan, profesional, kredibel, bisa dipercaya, serta berdampak positif pada kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat.

“Pengelolaan wakaf ini bisa menggerakkan ekonomi nasional, khususnya di sektor usaha usaha mikro kecil dan menengah,” imbuhnya.

Digitalisasi wakaf

Adapun teknologi digital dapat menjadi jembatan untuk mengakselerasi pengembangan wakaf. Teknologi tersebut juga dapat digunakan sebagai praktik pengelolaan wakaf yang transparan dan kredibel, sesuai prinsip syariah.

Contohnya saja inovasi yang diluncurkan Generali Indonesia. Perusahaan asuransi ini menghadirkan digital social platform Akuberbagi.com untuk mengoptimalkan potensi dan pengelolaan wakaf.

Seperti diketahui, bentuk wakaf yang dikenal masyarakat secara umum berupa lahan atau bentuk aset lainnya.

Namun, melalui Akuberbagi.com, peserta dapat berwakaf tanpa harus menunggu lama untuk memiliki aset tertentu.

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman mengatakan, masyarakat dapat berdonasi atau wakaf sekaligus mendapatkan proteksi asuransi secara lebih mudah melalui platform digital berbasis syariah tersebut.

“Tak hanya untuk keluarga (nasabah), mereka yang membutuhkan uluran tangan pun dapat merasakan manfaat dari platform Akuberbagi.com,” kata Edy dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (20/1/2021).

Edy menambahkan, platform tersebut dapat menjadi “pipa saluran” digital masyarakat untuk saling berbagi dengan mudah, murah, dan cepat.

“Kehadiran Akuberbagi.com merupakan langkah kami untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia sekaligus mewujudkan visi Generali, yakni enable people to shape a safer future by caring for their lives and dreams,” imbuh Edy.

Mengusung konsep “Warisan Kebaikan”, peserta dapat berbagi kepada sesama melalui konsep wakaf dengan nominal terjangkau, yakni Rp 60.000 per bulan atau Rp 2.000 per hari.

Lewat keikutsertaan di Akuberbagi.com, peserta akan mendapatkan nilai manfaat proteksi dan nilai wakaf atau donasi yang jauh lebih besar. Khusus proteksi diri, peserta akan mendapatkan perlindungan seumur hidup dengan pembayaran kontribusi selama lima tahun.

Seperti diketahui, bentuk wakaf yang dikenal masyarakat secara umum berupa lahan atau bentuk aset lainnya.

Platform tersebut memberikan kemudahan kepada peserta dengan periode pembayaran kontribusi wakaf yang fleksibel, mulai dari bulanan, kuartal, semester, hingga tahunan.

Selain periode pembayaran, peserta juga mendapatkan fleksibilitas terkait nilai perlindungan, nilai wakaf yang akan disalurkan, dan tujuan penyaluran wakaf.

Akuberbagi.com menyediakan sederet metode pembayaran yang mudah dan aman, mulai dari e-wallet, seperti GoPay, OVO, Dana, hingga autodebit kartu kredit.

Edy berharap, dengan berbagai kemudahan tersebut, platform Akuberbagi.com dapat menjangkau semakin banyak keluarga.

“Dengan demikian, mereka dapat terus terlindungi,” kata Edy.

Akuberbagi.com, lanjut Edy, telah bekerja sama dengan 14 lembaga nonprofit dari berbagai sektor dan dinilai memiliki reputasi baik. Lembaga ini akan menjadi wadah penyaluran wakaf peserta.

“Kami ingin memastikan niat kebaikan masyarakat bisa tersalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan,” imbuh Edy.

Deretan lembaga yang bekerja sama dengan platform tersebut adalah Dompet Dhuafa, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Yayasan Kanker Anak Indonesia, iWakaf, Daarut Tauhid, Yayasan HOPE Worldwide Indonesia, SOS Children Village, Habitat for Humanity Indonesia, Askar Kauny, Yakesma, Baitulmaal Muamalat, Wakaf Salman, Gerakan Wakaf Indonesia, dan Yayasan Mustabsheera Bias.

Akuberbagi.com dapat diakses dengan mudah. Cukup menggunakan smartphone, peserta tetap bisa memiliki proteksi di tengah pandemi kapan pun dan di mana pun dengan cepat.

Klik di sini untuk informasi selengkapnya mengenai Akuberbagi.com dari Generali Indonesia.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya