Kompas.com - 29/01/2021, 12:41 WIB
Dirut BRI Sunarso Dok. BRIDirut BRI Sunarso

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan aset mencapai Rp 1.511,81 triliun hingga akhir Desember 2020.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, angka tersebut naik dibanding tahun 2019 yang mencapai Rp 1.417 triliun. Sementara pada akhir 2018, aset bank pelat merah itu Rp 1.297 triliun.

"Aset BRI tumbuh untuk pertama kalinya, tembus di atas Rp 1.500 triliun sebesar Rp 1.511,81 triliun. Artinya aset tersebut mengalami pertumbuhan positif, kemudian dijaga dengan sehat kualitasnya, dan hasil profit yang sehat pula," kata Sunarso dalam paparan kinerja BRI secara virtual, Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Laba Bank Mandiri Tahun 2020 Turun 38 Persen Jadi Rp 17,1 Triliun, Ini Sebabnya

Sementara dari sisi laba, bank pelat merah ini membukukan laba bersih Rp 18,66 triliun sepanjang 2020. Dibandingkan dengan tahun 2019, laba merosot 45,70 persen dari Rp 34,37 triliun.

Sunarso mengakui, perolehan laba tahun ini mengalami penurunan karena perseroan perlu melakukan pencadangan guna meminimalisir risiko kredit, di tengah kebijakan restrukturisasi

Bahkan dia tak memungkiri, perseroan sempat tidak membukukan laba sama sekali selama 1 bulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"(Laba) dibanding tahu lalu ada penurunan. Ada 1 bulan enggak ambil laba sama sekali karena kita restrukturisasi dan lainnya. Ketika tren restrukturisasi menurun, laba jadi tumbuh 14,02 persen," ungkap dia.

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI masih tumbuh sebesar 9,78 persen menjadi sebesar Rp 1.121,10 triliun. Komposisi terbesarnya ada pada dana murah/CASA yang mencapai 59,67 persen.

Lebih lanjut, kondisi permodalan BRI Group pun semakin kuat dengan CAR berada di level 21,17 persen. Lalu, harga saham bank BUMN ini telah melewati harga sebelum pandemi bahkan menembus harga tertingginya (all time high).

Kenaikan harga saham BBRI tersebut menjadikan BRI sebagai emiten BUMN pertama yang kapitalisasi pasarnya menembus angka Rp 600 triliun, atau lebih tepatnya Rp 603,06 triliun pada 20 Januari 2021 yang lalu.

Baca juga: Lakukan Pencadangan, Laba BRI Merosot Jadi Rp 18,66 Triliun Sepanjang 2020

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.