Mendag Ajak Korsel Tingkatkan Investasi di Industri Kulkas dan AC

Kompas.com - 29/01/2021, 17:02 WIB
Menteri Perdagangan M Lutfi DOKUMENTASI KEMENDAGMenteri Perdagangan M Lutfi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan, pemerintah tengah membidik Korea Selatan (Korsel) untuk meningkatkan investasi pada industri barang elektronik, khususnya kulkas dan pendingin ruangan atau air conditioner (AC).

Ia mengatakan, rencana investasi tersebut merupakan salah satu pembahasan dalam pertemuannya dengan Duta Besar Korea Selatan (Korsel) beberapa waktu lalu.

Ini sekaligus sebagai upaya untuk memanfaatkan perjanjian Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang telah ditandatangani pada 18 Desember 2020 lalu.

Baca juga: Waspada Barang Palsu, Simak Ciri-ciri Materai Baru 10.000

"Saya sudah bertemu dengan Dubes Korsel, dan kami ingin memanfaatkan IK-CEPA dengan baik. Diantaranya ingin memberikan nilai tambah kepada investor untuk masuk, salah satunya elektronik yaitu penyejuk ruangan dan kulkas," ujar Lutfi dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (29/1/2021).

Dia mengatakan, sebagai tindak lanjut dari pembahasan tersebut, dirinya akan melakukan tinjauan langsung ke beberapa perusahaan elektronik asal Korsel yang berada di sekitaran Jakarta.

Dalam kunjungan itu, kata Lutfi, dirinya akan menjelaskan mengenai potensi pasar yang besar di Indonesia terkait produk elektronik kulkas dan AC. Targetnya untuk mengajak pelaku industri asal Negeri Gingseng tersebut untuk meningkatkan investasinya di Tanah Air.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya mungkin awal bulan Februari 2021 akan ke beberapa industri investasi asal Korea, untuk bisa berikan gambaran pasar kepada mereka, tentang bagaimana kuatnya pasar Indonesia. Supaya mereka bisa berinvestasi lebih banyak, lebih kuat, dan lebih terpadu di Indonesia," jelas dia.

Baca juga: Pejabat Tak Berikan Data atau Informasi Publik, Apa Saja Sanksinya?

Seperti diketahui, hubungan ekonomi Indonesia dengan Korsel semakin erat seiring ditandatanganinya IK-CEPA. Perjanjian bilateral ini tak hanya mencakup perdagangan barang dan jasa, tapi juga investasi, kerja sama ekonomi, serta pengaturan kelembagaan.

Kendati demikian, saat ini IK-CEPA masih dalam proses ratifikasi sebelum akhirnya diberlakukan. Ketentuan di Indonesia 90 hari setelah penandatangan, perjanjian perlu disampaikan ke parlemen untuk di ratifikasi.

Adapun pada 2019 Korsel menduduki peringkat ketujuh sebagai negara sumber investasi asing di Indonesia. Pada periode itu total investasi Korsel mencapai 1 miliar dollar AS.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Rilis
Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.