KILAS

Dukung UMKM, PGN Berikan Harga Gas Terjangkau di Dumai

Kompas.com - 29/01/2021, 19:36 WIB
Produsen roti Paramount Bakery yang memakai gas bumi PGN sebagai bahan bakar sejak 2019. DOK. Humas PGNProdusen roti Paramount Bakery yang memakai gas bumi PGN sebagai bahan bakar sejak 2019.

KOMPAS.com – Area Head Dumai dan Sekitarnya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Arief Nurrachman mengatakan, pihaknya menghadirkan solusi melalui energi gas bumi yang efisien dan dapat dirasakan langsung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Dumai, Riau.

Ia memaparkan, harga gas bumi untuk pelanggan kecil 2 (PK-2) yang meliputi UMKM, hotel, restoran atau rumah makan, rumah sakit swasta, lembaga pendidikan swasta, pertokoan atau ruko, serta kegiatan komersial sejenis sebesar Rp 6.000 per meter kubik.

Sementara itu, untuk kebutuhan pelanggan pelanggan kecil (PK)-2, normalnya konsumsi gas bumi berkisar antara 50-1.000 meter kubik.

Untuk itu, harga jual yang ditetapkan tidak akan memberatkan para pengguna gas bumi untuk usaha bagi masyarakat.

Arief pun berharap, pihaknya dapat terus meningkatkan layanan dan pengembangan infrastruktur gas bumi agar nilai lebih gas bumi bisa semakin luas dirasakan oleh masyarakat.

Baca juga: PGN Usul Insentif Penurunan Harga Gas Bagi Pelanggan Rumah Tangga

“Khususnya bisa mendorong usaha rumahan maupun menengah agar bisa meningkatkan roda perekonomian masyarakat Dumai,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (29/1/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut dirasakan pengusaha roti asal Dumai, Popo Mulyadi. Popo dengan bisnisnya, Paramount Bakery, telah menggunakan gas bumi PGN sebagai bahan bakar sejak 2019.

“Ekonomis, praktis, dan hemat tentunya. Dari segi keuangan pasti, apalagi produksi. Sekarang pakai gas sudah stabil mau bikin roti berapa saja jalan terus, sekuatnya,” katanya.

Popo mengungkapkan, setiap bulan ia mengeluarkan biaya sekitar Rp 3 juta. Sejak menggunakan PGN, ia bisa berhemat sekitar 60 persen.

Sebelum berlangganan PGN, Popo bahkan sering kali kesulitan menjaga api terus menyala ketika memanggang roti.

Baca juga: Lewat PGN Peduli, Subholding Gas Ini Salurkan Bantuan ke Korban Bencana Alam

Apabila salah perkiraan, katanya, roti dalam oven pastikan tidak mengembang karena kompor mati di tengah proses memanggang.

Saat pertama kali mendirikan Paramount Bakery pada 2004, Popo hanya dibantu istrinya. Kini usahanya telah berkembang pesat dan menyediakan bermacam jenis roti yang dipasarkan ke wilayah Kota Dumai dan sekitarnya.

Adapun, sebagai pionir pemanfaatan gas bumi, PGN telah menyalurkan gas bumi ke berbagai sektor, seperti rumah tangga, komersial, dan industri di Kota Dumai.

Di wilayah Dumai, PGN telah mengoperasikan jaringan pipa sepanjang 68 kilometer (km), sehingga dapat melayani lebih dari 4.900 pelanggan rumah tangga, satu pelanggan kecil, dan delapan pelanggan komersial industri yang tersebar di tiga kawasan industri.

Baca juga: Alirkan Gas ke PT Trikasa Jaya Logam, PGN Perluas Pemanfaatan Gas di Industri

PGN juga akan terus membangun infrastruktur dan memperluas pemanfaatan gas bumi di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk itu, PGN mengharapkan dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat agar sub holding gas bisa terus memperluas layanan energi, baik berupa gas bumi dan energi ramah lingkungan yang praktis dan bebas subsidi bagi ketahanan energi nasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.