KILAS

Lakukan Pengapalan LNG Cargo Perdana, PAG Buktikan Jadi LNG Hub Berpengaruh

Kompas.com - 29/01/2021, 20:10 WIB
Perta Arun Gas (PAG) berhasil melakukan pengapalan kargo LNG Perdana dengan tujuan pasar internasional pada 14-15 Januari 2021. DOK. Humas Perta Arun GasPerta Arun Gas (PAG) berhasil melakukan pengapalan kargo LNG Perdana dengan tujuan pasar internasional pada 14-15 Januari 2021.

“Pengoperasian PLB Arun komoditi LNG, baik domestik maupun internasional, didatangkan oleh para tenant (pengguna) PLB. Untuk LNG domestik, milik perusahaan listrik negara (PLN), bersumber dari British (BP) Petroleum Tangguh,” jelasnya.

LNG ini, kata Arif, selanjutnya diregasifikasi dan dikirimkan untuk kebutuhan pembangkit listrik di Lhokseumawe dan Sumatera Utara (Belawan dan Paya Pasir). Sisanya, digunakan untuk kebutuhan Pupuk Iskandar Muda.

Baca juga: Perta Arun Gas Pastikan Pasokan Gas Tetap Aman di Tengah Corona

“Sedangkan untuk LNG internasional, akan diekspor ulang ke berbagai negara tujuan sesuai kesepakatan tenant PLB dengan pembeli. Kegiatan penerimaan, penyimpanan, dan pengapalan LNG di PLB ini biasa dikenal dengan LNG Hub,” tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe Muhammad Munif mengatakan, pihaknya merasa senang atas kelancaran operasional PLB LNG Arun dan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh.

“Pembentukan PLB di Indonesia merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi Khusus Jilid II di pemerintahan Presiden Joko Widodo,” tuturnya.

Paket kebijakan ini, seperti diungkapkan Munif, sejalan dengan tujuan awal PLB, yakni untuk mendapatkan biaya logistik dan transportasi yang efektif.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hasil Swab Anak dan Istri Manajer Perta Arun Gas Negatif Corona, Karyawan Lain Masih Diisolasi

“Selain itu sebagai ajang untuk mendukung kegiatan investasi, aktivitas ini diharapkan dapat menimbulkan multiplier effect (efek pengganda) bagi kegiatan ekonomi,” ujarnya.

Munif mengungkapkan, kesuksesan pengoperasian PLB LNG Arun tidak terlepas dari regulator PLB (bea cukai) dan stakeholder lainnya.

“Dukungan baik internal maupun eksternal PAG sangat diperlukan agar dapat mengoperasikan kilang secara aman dan optimal,” jelasnya.

Sebagai informasi, saat ini PAG bersama afiliasinya (sub holding gas), sedang mengkaji rencana revitalisasi satu tangki LNG Ex Aset PT Arun NGL, termasuk potensi investasi tangki LNG baru.

Hal ini dilakukan guna meningkatkan kapasitas storage (penyimpanan) LNG Hub di kawasan.

Baca juga: Perta Arun Gas Serap Ratusan Pekerja Lokal dari Aceh

Selain itu, PAG sedang mengembangkan bisnis lainnya di lokasi Aset Ex Arun, seperti PLB untuk fuel oil bunkering, LNG bunkering, cold storage dan jasa operation and maintenence (O&M) untuk LPG Transhipment.

Pengembangan kegiatan bisnis di Kawasan ex Aset PT Arun NGL tersebut, selain ditujukan sebagai pemenuhan target pertumbuhan pendapatan perusahaan, juga memberi kontribusi pembangunan perekonomian Aceh, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda potensial.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X