Cerita Erick Thohir Pernah Gagal Rekrut Najwa Shihab

Kompas.com - 29/01/2021, 20:32 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).
DOK. Humas TelkomMenteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menceritakan pengalamannya yang pernah ingin merekrut presenter Najwa Shihab.

Hal itu ia ceritakan saat memberi sambutan dalam acara BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit, Jumat (29/1/2021).

Erick mengatakan, awalnya ia ingin merekrut wanita yang akrab disapa Nana itu untuk dijadikan salah satu news anchor di salah satu stasiun televisi swasta yang dinahkodainya.

Namun ia mengatakan, upaya memboyong Najwa Shihab itu menemui kegagalan.

“Saat itu kita ingin rekrut news anchor terbaik, cuma gagal, terima kasih Mbak Nana (Najwa Shihab) hadir (di acara BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit)," ujar Erick.

Baca juga: BNI: Ruang Penurunan Suku Bunga Kredit Lebih Sempit pada 2021

Setelah menceritakan pengalamannya itu, Erick lanjut membahas masalah komunikasi yang berkelanjutan. Bagi dia, untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan diperlukan kepercayaan.

“Enggak mungkin kita bisa komunikasi dengan baik kalau kepercayannya rendah, enggak mungkin kita lakukan sustainability yang baik kalau enggak dipercaya,” kata mantan bos Inter Milan itu.

Atas dasar itu, lanjut Erick, di Kementerian BUMN dirinya terus menggaris bawahi mengenai kepercayaan. Baik dari stakeholder maupun dari pemerintah.

“Enggak hanya itu, kalau kita lihat kepercayaan bursa kepada BUMN luar biasa, kita sekarang pertama kalinya saham-saham BUMN sendiri dinilai tidak kalah atraktif dengan perusahaan-perusahaan internasional dan swasta yang ada di Indonesia, bahkan return-nya dianggap lebih bagus,” ungkap dia.

Baca juga: Sepanjang 2020, BNI Cetak Laba Bersih Rp 3,3 Triliun



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X