Kemenaker: Kami Belum Layani Permohonan Izin Penggunaan TKA Baru

Kompas.com - 29/01/2021, 21:30 WIB
Ilustrasi pekerja. shutterstockIlustrasi pekerja.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Sekjen Kemenaker) Anwar Sanusi mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum membuka permohonan dari perusahaan untuk menggunakan Tenaga Kerja Asing (TKA) baru ke Indonesia.

"Disampaikan bahwa Kemenaker sejak 1 Januari 2021 sampai dengan saat ini tidak melayani atau memproses permohonan untuk TKA baru, kecuali untuk perpanjangan," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (29/1/2021).

Sementara itu terkait adanya 153 Warga Negara Asing (WNA) asal China yang masuk ke Indonesia, Anwar menjelaskan bahwa mereka telah bekerja pada perusahaan yang ada di berbagai daerah.

Hal ini dibuktikan dengan mengantongi Izin Tinggal Terbatas (Itas), Izin Tinggal Tetap (Itap), dan pemegang visa diplomatik.

"Hasil koordinasi kami dengan Ditjen Imigrasi terkait dengan pesawat China Southern Airlines terdiri dari 153 orang WNA, 150 diantaranya pegang Itas, Itap yang masih berlaku dan tiga orang pemegang visa diplomatik. Mereka bekerja di beberapa perusahaan yang tersebar di berbagai daerah," kata Anwar.

Baca juga: Ada Perjanjian Dagang Tapi Mobil RI Susah Masuk Australia, Kenapa?

"Jadi kalau memang TKA itu sudah memiliki Itas, Itap yang masih berlaku, tidak masalah masuk ke wilayah Indonesia dengan mengikuti protokol kesehatan," sambungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, sebanyak 153 WNA dari China terpantau masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (23/1/2021). Padahal pemerintah tengah melarang masuknya WNA dari seluruh dunia seiring dengan meningkatnya penularan Covid-19.

Kendati demikian berdasarkan Surat Edaran Dirjen Imigrasi Nomor IMI-0103.GR.01.01 Tahun 2021 tentang pembatasan masuknya WNA, ada beberapa kriteria yang diizinkan masuk ke wilayah Indonesia.

Beberapa diantaranya adalah pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri ke atas serta pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap.

Baca juga: Cerita Erick Thohir Pernah Gagal Rekrut Najwa Shihab

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.