Sempat Trending, Apa Kabar Bisnis Food Truck di Tengah Pandemi ?

Kompas.com - 31/01/2021, 14:33 WIB
Pembukaan Food Truck Macao Roadshow di Kompas Gramedia, Bentara Budaya Jakarta, Jumat (7/9/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAHPembukaan Food Truck Macao Roadshow di Kompas Gramedia, Bentara Budaya Jakarta, Jumat (7/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu konsep bisnis food truck sangat digandrungi oleh para pebisnis. Sebab, konsep ini terbilang unik dan tidak memerlukan biaya tambahan yang mahal untuk menyewa tempat.

Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) sekaligus Ketua Pengembangan Resto Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Susanty Widjaya mengatakan, bisnis food truck atau container, yang semulanya banyak digandrungi, kini semenjak adanya pandemi, bisnis ini mendadak hilang.

"Seperti yang kita tahu, karena adanya pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 dan adanya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka bisnis food truck boleh dibilang mendadak menghilang sejak 1 tahunan ini," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (30/1/2021).

Baca juga: Ketimbang Meratapi Nasib, Lakukan 5 Hal Produktif Ini Usai di PHK

Oleh sebab itu, lanjut dia, pihaknya sebagai Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) yang mewadahi para pengusaha lisensi khususnya lisensi merek lokal dan para pelaku UMKM sangat concern terhadap hal ini.

Dalam waktu dekat ini pun, pihaknya sedang melakukan terobosan baru dengan menggandeng para food truck dan pengusaha UMKM booth untuk bisa kembali bangkit dan semangat lagi serta hadir kembali di tahun 2021.

Selain itu, Susanty juga membocorkan, ada salah satu konsep bisnis makanan yang sangat berpeluang besar di tahun 2021 yaitu Cloud Kitchen.

Menurut dia alasan konsep Cloud Kitchen masih berpeluang besar adalah selain tidak membutuhkan modal yang cukup besar, juga karena didorong mewabahnya pandemi yang membuat orang-orang lebih memilih untuk makan di rumah.

"Merebaknya pandemi ini membuat orang-orang atau masyarakat lebih nyaman melakukan pesan antar makan di kantor atau di rumah. Selain itu konsep Cloud Kitchen ini enggak mahal atau enggak memerlukan biaya sewa di mall, jadi menurut saya peluangnya cukup besar," jelasnya.

Walaupun demikian, dia mengatakan, konsep resto dan cafe bukan berarti memiliki peluang yang kecil. Sebab, masih ada orang-orang yang mau tetap makan di outlet karena ada sensasi dan experience tersendiri ketika customer menikmati makan & minum secara langsung di dalam sebuah restoran/cafe.

"Hal ini kan enggak ditemukan pada konsep Cloud Kitchen dan sebenarnya orang Indonesia atau masyarakat kita budayanya suka dan hobinya makan, arisan dan kumpul, serta meeting di cafe atau di restoran," ungkap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X