KKP Kaji Pelegalan dan Pelarangan Alat Tangkap Ikan, Ini Jenis-jenisnya

Kompas.com - 31/01/2021, 16:03 WIB
Ilustrasi cantrang Dok. IstimewaIlustrasi cantrang

Selain cantrang, ada dogol. Alat tangkap yang sebelumnya dilarang ini boleh beroperasi di jalur 1B dengan jarak 2-4 mil laut dan jalur II dengan jarak 4-12 mil laut. Wilayah operasinya hanya boleh di WPP 571, WPP 711, WPP 712, WPP 713, WPP 714, WPP 715, dan WPP 718.

Sedangkan untuk pukat hela dasar udang hanya boleh beroperasi di WPP 718 Laut Aru, Laut Arafuru, dan Laut Timor, yang karakter dasar perairannya bersubstrat pasir bercampur lumpur sebagai habitat udang.

Pukat hela dasar udang ini hanya boleh dioperasikan pada dasar perairan dengan kedalaman minimal 10 meter di jalur III dengan jarak lebih dari 12 mil.

"Dilengkapi perangkat pelolosan dan pereduksi hasil tangkapan sampingan, seperti TED (turtle Excluder Device)," sebut aturan tersebut.

2. Alat tangkap yang tetap dilarang

Dalam aturan tersebut, KKP juga merinci beberapa alat tangkap yang tetap dilarang. Beberapa alat tangkap yang dilarang, antara lain pair seiners, lampara dasar, pukat hela dasar berpalang, pukat hela dasar dua kapal, dan pukat hela dasar kembar berpapan.

Selanjutnya, pukat hela pertengahan berpapan, pukat hela pertengahan dua kapal, perangkap ikan peloncat, dan muro ami.

3. Alat tangkap yang pengaturannya diubah

Beberapa alat tangkap dengan perubahan pengaturan, antara lain pukat cincin pelagis besar dengan satu kapal, pukat cincin teri dengan satu kapal, pukat cincin pelagis kecil dengan dua kapal, pukat cincin pelagis besar dengan dua kapal, jaring insang tetap, payang, huhate, huhate mekanis, dan rawai tuna.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk pukat cincin pelagis besar dengan satu kapal misalnya, ada perubahan batasan minimal mesh size kantong dari sebelumnya 2 inci menjadi 3 inci. ABPI rumpon dan lampu pun tidak boleh dioperasikan secara bersamaan. Untuk kapal di atas 30 GT dengan alat tangkap ini, boleh menangkap ikan di laut lepas.

Sementara untuk pukat cincin teri dengan satu kapal, diatur karena alat penangkap ikan ini sebelumnya belum ada pengaturan. Adapun saat ini, pukat cincin teri sudah banyak ditemukan di Pantura Jawa sehingga diperlukan pengaturan.

Baca juga: Aturan Terbaru KAI: Sudah Pakai GeNose, Tak Perlu Lagi Tes PCR/Antigen

Sedangkan untuk pukat cincin pelagis besar dengan dua kapal, hanya boleh beroperasi di jalur III dengan jarak lebih dari 12 mil laut dan laut lepas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.