Mengenal Investasi Sukuk: Definisi, Keuntungan, dan Cara Membelinya

Kompas.com - 31/01/2021, 17:51 WIB
Ilustrasi penjualan sukuk. (Dok. Shutterstock) Ilustrasi penjualan sukuk.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesadaran masyarakat akan investasi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu instrumen investasi yang mulai banyak dilirik yakni sukuk.

Apa itu sukuk? Sukuk adalah surat berharga yang merepresentasikan kepemilikan aset oleh investor lewat penerbitan surat utang dengan berbasiskan syariah. Sukuk bisa diterbitkan oleh negara, perusahaan BUMN, maupun swasta. 

Itu sebabnya, sukuk sering disebut sebagai obligasi syariah. Secara sederhana, obligasi negara dikategorikan menjadi dua bagian yaitu obligasi konvensional dan obligasi syariah.

Sukuk artinya obligasi syariah, sementara obligasi konvensional antara lain ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan SBR (Saving Bond Ritel).

Baca juga: Pinjaman Online Syariah Bebas Riba, Apa Saja Syaratnya?

Syariah dalam sukuk mengandung arti bahwa pemerintah menarik dana dari masyarakat di mana dana yang berhasil dihimpun digunakan untuk peruntukan yang tidak bertentangan dengan nilai syariah.

Beberapa pengeluaran negara yang dibiayai sukuk seperti pembangunan infrastruktur. Selama tidak menyalahi aturan agama, pemerintah bisa menarik dana dari masyarakat lewat penerbitan sukuk. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara mengutip keterangan resmi Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), sukuk adalah harus dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi) gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah oleh MUI.

Perbedaan sukuk dengan obligasi konvensional

Ada perbedaan sukuk dan obligasi konvensional dalam penerapannya. Sukuk menekankan pada sifat investasi lewat sertfikat kepemilikan atau penyertaan.

Baca juga: Apa Itu Tanah Wakaf dan Kenapa Dilarang Diperjualbelikan?

Contohnya, penyertaan pada barang milik negara yang berwujud fisik seperti infrastruktur jalan karena ikut berkontribusi dalam mendanai pembangunannya. Ini berbeda dengan obligasi konvensional seperti ORI yang berwujud surat pengakuan utang.

Berbeda dengan obligasi konvensional yang memberikan return untuk investor berupa kupon (bunga), dalam pengembalian sukuk biasanya berupa bagi hasil, fee margin, atau sumber lain sesuai dengan akad yang berlaku. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.