Peneliti Sarankan GeNose C19 Tidak untuk Penggunaan Pribadi

Kompas.com - 31/01/2021, 19:39 WIB
Layanan screening Covid-19 menggunakan GeNose di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Dok. PT KAILayanan screening Covid-19 menggunakan GeNose di Stasiun Pasar Senen, Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti GeNose Fakultas MIPA UGM, Kuwat Triyana tidak menyarankan alat pendeteksi Covid-19 melalui napas, GeNose C19, untuk pemakaian pribadi.

Menurut Kuwat, penggunaan pribadi membuat target tes massal Covid-19 di Indonesia menjadi tidak tercapai.

"Demikian mohon maaf, bagi kami sebagai peneliti belum menyarankan alat ini dipakai untuk pribadi. Kami yang produksi dan meneliti, akan lelah sendiri karena target kita untuk testing massal, menjadi tidak tercapai," kata saat berdiskusi dengan Universitas Gadjah Mada secara virtual, Minggu (31/1/2021).

Baca juga: Lion Air Terima Pesawat Airbus 330-900NEO ke-5

Daripada untuk penggunaan pribadi, alat tersebut lebih baik ditempatkan di tempat-tempat umum.

Dia bilang, jika satu kecamatan punya satu pos tes GeNose C19, kecamatan itu sudah bisa mendeteksi 250 orang hanya dalam jangka waktu 12 jam.

Sebab GeNose mampu memberikan gambaran hasil positif/negatif Covid-19 dalam selang 3 .

"Kalau digunakan untuk pribadi alat ini hanya dipakai sehari paling 2-3 kali pengujian, (hanya) buat jaga-jaga," ujar Kuwat.

Kuwat pun menyarankan tes GeNose C19 tersedia di rumah sakit prioritas, bandara, stasiun, terminal bus, serta sektor industri seperti manufaktur, makanan minuman, dan bahan-bahan pokok.

"Karena naluri orang sakit itu ke RS, bukan ke RT/RW. Kemudian di industri juga penting. Kalau ada yang positif, pasti dia akan berhenti juga produksinya. Dan nanti akan mengganggu kegiatan ekonomi," pungkasnya.

Baca juga: Sempat Trending, Apa Kabar Bisnis Food Truck di Tengah Pandemi ?

Sebagai informasi, GeNose C19 adalah alat screening Covid-19 yang dibuat oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), yang meniru cara kerja hidung manusia dengan memanfaatkan sistem penginderaan (larik sensor gas) dan kecerdasan buatan (Artificial intelligence) untuk membedakan pola senyawa yang dideteksi.

GeNose C19 melakukan screening melalui embusan nafas seseorang, untuk mendeteksi keberadaan Covid-19.

Perangkat GeNose yang dikombinasikan dengan software AI, terlatih untuk membedakan sampel nafas yang diduga positif Covid-19 atau negatif Covid-19.

Adapun alat GeNose C19 sendiri telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan No Kemenkes RI AKD 20401022883.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.