8 Sentimen Bakal Bayangi Pergerakan IHSG Sepekan ke Depan, Apa Saja?

Kompas.com - 01/02/2021, 09:10 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

“Saham ini dianggap naik tidak masuk akal akibat aksi beli investor ritel. Panasnya persaingan investor ritel dan hedge fund berpotensi menyebabkan pasar saham AS menjadi lebih berfluktuasi dan cenderung tertekan turun,” jelas Hans.

Selanjutnya, ekonomi Amerika pada kuartal empat tahun 2020 tercatat tumbuh 4 persen. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan dengan kuartal tiga yang tumbuh 33,4 persen.

Baca juga: Sebagian Besar KKKS Lampaui Target Produksi Minyak dan Gas Pada 2020

 

Data pertumbuhan ini sedikit di bawah ekspektasi Wall Street di level 4,3 persen. Dengan pertumbuhan tersebut maka di sepanjang tahun 2020 ekonomi Amerika terkontraksi -3.5 persen.

Kontraksi perekonomian Amerika Serikat merupakan yang tertajam sejak Perang Dunia Kedua. Perekonomi tahun 2020, dipengaruhi pandemi Covid-19 yang menghancurkan bisnis jasa, seperti restoran dan maskapai penerbangan. Pandemi juga membuat jutaan orang Amerika kehilangan pekerjaan dan jatuh miskin.

“Solusi yang diberikan IMF adalah mendorong negara maju untuk memiliki tingkat utang publik yang jauh lebih tinggi setelah krisis pandemi Covid-19. Kepastian kebijakan fiskal AS menjadi sangat penting bagai perekonomian dan pasar saham,” jelas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ke empat, Hasil rapat Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 0-0,25 persen. The Fed berkomitmen tetap menjalankan program pembelian obligasi (quantitative easing) sampai ekonomi dan pasar tenaga kerja betul-betul pulih dari dampak pandemi virus Corona.

Saat ini The Fed membeli obligasi pemerintah AS sebanyak 80 miliar dollar AS per bulan dan aset beragun kredit properti (mortgage-based securities) 40 miliar dollar AS. The Fed tidak memberikan indikasi akan dilakukan tapering atau pengurangan quantitative easing.

The Fed memberikan komentar outlook ekonomi yang suram karena perlambatan pemulihan ekonomi. Pemulihan ekonomi sangat tergantung pada peluncuran vaksin, tetapi saat ini pelaksanaan vaksin Covid-19 terlihat lambat di berbagai negara.

Sentimen ke lima, otoritas pengawasan obat Eropa telah menyetujui vaksin hasil kerja sama AstraZeneca dan Oxford University's untuk penduduk berusia 18 tahun. Ini merupakan vaksin ketiga yang akan diizinkan untuk digunakan di Eropa selain Pfizer dan Moderna.

Saat ini Eropa sangat membutuhkan lebih banyak vaksin untuk mempercepat program vaksinasinya. Tetapi AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna menghadapi kesulitan mengirimkan vaksin ke Uni Eropa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.