8 Sentimen Bakal Bayangi Pergerakan IHSG Sepekan ke Depan, Apa Saja?

Kompas.com - 01/02/2021, 09:10 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

Hans menilai masalah pasokan dan distribusi vaksin Covid-19 mungkin akan terjadi di banyak negara. Masalah ini membuat Vaksin mungkin tidak akan efektif dalam dua sampai tiga bulan kedepan. Hal ini memaksa banyak negara melakukan lockdown ketat untuk mencegah penularan virus yang berpotensi merusak pemulihan ekonomi.

Sementara itu, vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson efektif 72 persen dalam mencegah Covid-19 di Amerika Serikat. Tetapi hanya 66 persen efektif dalam uji klinis global yang dilakukan di tiga benua dan terhadap berbagai varian baru Covid-19.

Baca juga: Mengenal Investasi Sukuk: Definisi, Keuntungan, dan Cara Membelinya

“Hasil ini mengecewakan dan mebuat pasar Wall Street tertekan turun. Ada banyak harapan untuk vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson untuk menghadapi pandemi Covid-19,” tambahnya.

Di sisi lain perusahaan bioteknologi Novavax yang bermarkas di Gaithersburg, Maryland, AS, melaporkan bahwa vaksin virus Covid-19 produksinya efektif 89,3 persen dalam mencegah Covid-19 dalam uji klinis fase tiga yang dilakukan di Inggris.

Hasil ini memang lebih rendah dibandingkan dengan dua vaksin corona dari Pfizer/BioNTech dan Moderna, yang efekstif 95 persen dan 94,5 persen dalam mencegah gejala penyakit dalam uji klinis yang diberikan dalam dua dosis. Perkembangan vaksin sangat mempengaruhi pasar keuangan global.

International Monetary Fund (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021. Dalam World Economic Outlook Update: January 2021, IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini sebesar 4,8 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proyeksi ini lebih rendah 1,3 persen bila dibandingkan dengan estimasi IMF pada Oktober 2020 yang memperkirakan ekonom Indonesia dapat tumbuh 6,1 persen. Sementara Bank Dunia juga merevisi turun 0,2 persen pertumbuhan PDB RI di tahun 2021 menjadi 4,4 persen.

“Kami pikir revisi turunnya pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 akan dialami banyak negara, akibat naiknya kasus Covid-19. Vaksin nampaknya butuh 2 sampai 3 bulan baru efektif sehingga memaksa banyak negara melakukan pembatasan sosial yang ketat. Hal ini berdampak pada turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi dan menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan,” jelas Hans.

Terkahir, dari dalam negeri, pelaksanaan vaksinasi cenderung lebih lambat dari target. Saat ini ada 250.000 nakes telah divaksin dari target 1,3 juta nakes. Jumlah pelaksanaan vaksin harian 50.000 orang perhari dibawah target 900.000 orang per hari.

Bila pemerintah mengejar target 70 persen populasi di vaksin Covid 19 untuk membentuk herd immunity dalam satu tahun, maka minimal 518 ribu orang divaksin perhari diseluruh Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.