Inflasi Januari 0,26 Persen, Harga Cabai Rawit hingga Tahu-Tempe Jadi Pendorong

Kompas.com - 01/02/2021, 11:49 WIB
Pengrajin membuat tahu di kawasani pabrik tahu dan tempe Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (19/9/2018). Pengrajin tempe dan tahu  mengadu terkait kenaikan dolar yang hampir menyentuh angka Rp 15.000 ke hadapan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPengrajin membuat tahu di kawasani pabrik tahu dan tempe Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (19/9/2018). Pengrajin tempe dan tahu mengadu terkait kenaikan dolar yang hampir menyentuh angka Rp 15.000 ke hadapan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Januari 2021 sebesar 0,26 persen. Dengan begitu, tingkat inflasi secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 1,55 persen.

Kepala BPS Suhariyanto menyebut, angka inflasi tersebut lebih rendah ketimbang inflasi di bulan sebelumnya, yakni Desember 2020. Pada Desember 2020 lalu, inflasi mencapai 0,45 persen.

Secara tahunan pun inflasi Januari 2021 lebih rendah dibanding posisi Januari 2020. Hal ini dinilai menunjukkan dampak Covid-19 belum reda, masih membayangi ekonomi di berbagai negara termasuk Indonesia.

"Inflasi pada Januari 0,26 persen. Inflasi lebih lambat dibanding Desember 2020 sebesar 0,45 persen, juga lebih lambat dibanding Januari 2020 sebesar 0,39 persen," kata Suhariyanto dalam konferensi pers secara daring, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Exxon dan Chevron Dikabarkan Sempat Bahas Rencana Merger

Dari 90 kota yang disurvei, tercatat ada 75 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat sebesar 1,43 persen karena adanya kenaikan harga jenis ikan dan cabai rawit.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Bau-bau Sulawesi Tenggara, yang dipicu oleh menurunnya tiket angkutan udara dan penurunan beberapa harga jenis ikan.

"Inflasi tertinggi di Mamuju, kita ketahui bahwa saudara kita sedang mengalami musibah bencana gempa membuat inflasi naik sebesar 1,43 persen," ungkap pria yang akrab disapa Kecuk ini.

Baca juga: Ini Syarat Dapat Bantuan Uang Muka KPR hingga Rp 40 Juta

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X