Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/02/2021, 13:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi para pengusaha ada banyak peluang bisnis yang bisa dijadikan sebagai bahan untuk memulai sebuah bisni baru. Misalnya saja seperti bisnis franchise alias waralaba dan bisnis lisensi.

Hanya saja, masyarakat hanya mengetahui sedikit tidaknya tentang bisnis franchise. Sementara tentang lisensi, masih sedikit yang mengetahuinya.

Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) sekaligus Ketua Pengembangan Resto Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Susanty Widjaya mengatakan, di dunia franchise, lisensi adalah usaha yang bukan termasuk franchise atau waralaba, karena franchise atau waralaba adalah bagian dari salah satu konsep marketing bisnis lisensi yang memang terbukti berhasil.

Baca juga: Ironi Subsidi Energi dan Candu Impor

"Karena balik lagi, sebuah usaha bisa dikatakan franchise atau waralaba apabila sudah punya jam terbang, punya Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) dan tentunya memiliki syarat dan kriteria yang sudah disebutkan pada waktu lalu," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/2/2021).

Menurut dia, bisnis lisensi memiliki keterlibatan yang lebih minim yang hanya sebatas mengajarkan bagaimana memproduksi lalu dipungut royaltinya.

Sementara kalau franchise, pemilik bisnis harus mengemas menjadi suatu business format yang biasanya dinamakan business format franchise.

"Lalu bisnis itu harus survive dengan melalui masa minimal 5 tahun dan terbukti menguntungkan atau profitable. Setelah itu masih ada kerjaan franchisor, yaitu memonitor, memandu, memberi pelatihan, menyelenggarakan marketing program-nya dan bantuan-bantuan lain yang berupa dukungan yang berkesinambungan," jelasnya.

Dia juga memaparkan, bisnis franchise atau waralaba memiliki banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Seperti, harus dan wajib memilik STPW dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), memiliki Hak Kepemilikan Intelektual (HKI) yang sudah terdaftar, dan memiliki standard operasional atau SOP yang jelas.

Baca juga: Inflasi Januari 0,26 Persen, Harga Cabai Rawit hingga Tahu-Tempe Jadi Pendorong

Selain itu, keterlibatan dan tanggung jawab seorang pemberi waralaba atau franchisor juga lebih banyak dibandingkan lisensi. Sehingga ketika pembeli waralaba sudah resmi membeli usahanya, tidak bisa langsung didiamkan begitu saja apalagi ditinggal putus.

"Jadi memang tidak boleh franchisee dibiarkan berjalan dan berkembang sendiri tanpa adanya monitoring dan dukungan berkelanjutan apalagi tidak ada training. Harus ada pelatihan awal dan pelatihan berkesinambungan, ada monitoring dan ada dukungan berkesimbungan di franchise atau waralaba, dan pastinya punya minimal 2 pilot outlet yang terbukti sudah berhasil dan profitable dengan usia outlet minimal 5 tahun," ungkap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

INDEF Berharap Jokowi Usulkan Kandidat Calon Gubernur BI Lebih dari Satu Nama

INDEF Berharap Jokowi Usulkan Kandidat Calon Gubernur BI Lebih dari Satu Nama

Whats New
Hasil Rapat dengan Jokowi, Bos Bulog: Jangan Ada Harga Beras Mahal

Hasil Rapat dengan Jokowi, Bos Bulog: Jangan Ada Harga Beras Mahal

Whats New
Langka, Mendag Larang Penjualan Minyakita di Supermarket dan 'Online'

Langka, Mendag Larang Penjualan Minyakita di Supermarket dan "Online"

Whats New
Daftar 10 Investasi Ilegal yang Ditemukan SWI pada Januari 2023

Daftar 10 Investasi Ilegal yang Ditemukan SWI pada Januari 2023

Whats New
Beri Layanan Pelumas Ber-TKDN untuk Industri Pertambangan, PanaOil Raih Penghargaan IMSA 2022

Beri Layanan Pelumas Ber-TKDN untuk Industri Pertambangan, PanaOil Raih Penghargaan IMSA 2022

Whats New
Cara Bayar Tilang Elektronik Melalui Bank BRI

Cara Bayar Tilang Elektronik Melalui Bank BRI

Work Smart
Soal Isu Jadi Menteri Pertanian, Buwas: Saya Itu Orang yang Tidak Ingin Dapat Jabatan

Soal Isu Jadi Menteri Pertanian, Buwas: Saya Itu Orang yang Tidak Ingin Dapat Jabatan

Whats New
Luhut: Masalah Pembengkakan Biaya Kereta Cepat Diselesaikan Pekan Depan di Beijing

Luhut: Masalah Pembengkakan Biaya Kereta Cepat Diselesaikan Pekan Depan di Beijing

Whats New
Diberi Gaji Rp 172 Juta Lebih Per Bulan, Kepala Otorita IKN: Saya 'No Comment'

Diberi Gaji Rp 172 Juta Lebih Per Bulan, Kepala Otorita IKN: Saya "No Comment"

Whats New
Agar Bisa Bersaing dengan Swasta, 2 BUMN Layanan Pelabuhan Lakukan Kerja Sama

Agar Bisa Bersaing dengan Swasta, 2 BUMN Layanan Pelabuhan Lakukan Kerja Sama

Whats New
Bandara Internasional Bakal Dikurangi Jadi 15, Erick Thohir: Yang Lain Hanya Boleh Layani Haji dan Umrah

Bandara Internasional Bakal Dikurangi Jadi 15, Erick Thohir: Yang Lain Hanya Boleh Layani Haji dan Umrah

Whats New
Masih Mahal, Berikut Daftar Harga Beras di Beberapa Wilayah Indonesia

Masih Mahal, Berikut Daftar Harga Beras di Beberapa Wilayah Indonesia

Spend Smart
Fokus ke 'Green Economy', Kalbar Gandeng Sucofindo

Fokus ke "Green Economy", Kalbar Gandeng Sucofindo

Whats New
Otorita: Lebih dari 100 Orang Tertarik Jadi Investor di IKN

Otorita: Lebih dari 100 Orang Tertarik Jadi Investor di IKN

Whats New
Pemanfaatan Gas Bumi Diperluas ke Kawasan Industri di Indonesia Timur

Pemanfaatan Gas Bumi Diperluas ke Kawasan Industri di Indonesia Timur

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+