BPS Minta Pemerintah Waspadai Banjir

Kompas.com - 01/02/2021, 14:00 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto ketika memberi paparan kinerja ekspor impor di Jakarta, Jumat (15/11/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto ketika memberi paparan kinerja ekspor impor di Jakarta, Jumat (15/11/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) meminta pemerintah untuk mewaspadai terjadinya banjir di sejumlah daerah yang bisa memicu kendala suplai beras di Tanah Air.

Pasalnya berdasarkan pemantauan BPS pada Desember 2020, produksi beras kemungkinan akan berjalan baik dan bagus sepanjang Januari hingga Maret 2021 ini. Produksi yang berjalan baik membuka harapan bahwa harga beras akan stabil sepanjang 2021.

"Yang perlu diwaspadai adalah adanya banjir di beberapa daerah. Kita tentu berharap pengaruhnya tidak terlalu buruk sehingga potensi yang kita miliki tetap akan terjaga," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi virtual, Senin (1/2/2021).

Selama 2 tahun belakangan, pergerakan harga beras sangat stabil dan tidak memberikan pengaruh kepada tingkat inflasi.

Pada Januari 2021 ini, tercatat harga beras premium di penggilingan turun 0,07 persen di level Rp 9.780 per kilogram dibanding bulan Desember 2020. Rata-rata harga beras luar kualitas pun turun 0,21 persen menjadi Rp 9.036 per kilogram.

Baca juga: Beralih dari GameStop, Pengguna Reddit Mulai Sasar Logam Mulia?

Sedangkan, harga beras medium naik sebesar 0,24 persen menjadi Rp 9.405 per kilogram. Namun kata Suhariyanto, kenaikan harga beras tersebut relatif stabil terhadap posisi bulan Desember 2020.

Dibanding bulan Januari 2020 pun, rata-rata harga beras di penggilingan pada Januari 2021 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing turun sebesar 2,52 persen, 4,09 persen, dan 5,07 persen.

"Selama 2 tahun ini harga beras stabil dan tidak berkontribusi sama sekali pada inflasi, ini terobosan yang bagus. Beras premium di penggilingan menurun 0,08 persen (mtm) beras grosir stabil 0,01 persen (mtm), eceran juga stabil hanya naik 0,05 persen (mtm)," papar Kecuk.

Lebih lanjut BPS melaporkan, harga gabah kering panen (GKP) pada Januari 2021 ini mengalami kenaikan sebesar 3,03 persen (month to month/mtm). Namun secara tahunan, harganya menurun 6,68 persen (yoy).

Kenaikan membuat harga GKP sebesar Rp 4.921 per kilo. GKP sendiri merupakan gabah dengan kadar air antara 14-25 persen dan kadar hampa antara 3-10 persen.

"Kenaikan harga GKP terutama terjadi di dua provinsi, yaitu Provinsi Lampung dan Kalimantan Tengah," ungkap Kecuk.

Agak berbeda situasinya dengan GKP, harga gabah kering giling (GKG) justru turun sebesar 0,73 persen (mtm) menjadi Rp 5.318 per kilogram.

"Penurunan terjadi di Sumatera Utara dan Kalimantan Barat. Perilaku harga gabah di masing-masing provinsi memang berbeda, tergantung pada ketersediaan gabah, musim tanam, dan musim panen," pungkasnya.

Baca juga: Ini Syarat Dapat Bantuan Uang Muka KPR hingga Rp 40 Juta



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Susah Move On dari Mantan? Belajarlah dari Petugas SPBU | 5 Cara Move On dari Mantan agar Prosesnya Lancar Luncur

[KURASI KOMPASIANA] Susah Move On dari Mantan? Belajarlah dari Petugas SPBU | 5 Cara Move On dari Mantan agar Prosesnya Lancar Luncur

Rilis
Kadin Dorong Peran Asosiasi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Covid-19

Kadin Dorong Peran Asosiasi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Covid-19

Whats New
Sepekan Terakhir, IHSG Menguat Tipis 0,98 Persen

Sepekan Terakhir, IHSG Menguat Tipis 0,98 Persen

Whats New
GeNose Tersedia di Bandara Ngurah Rai, Tarif Rp 40.000

GeNose Tersedia di Bandara Ngurah Rai, Tarif Rp 40.000

Whats New
1.275.387 Formasi ASN 2021 Resmi Dibuka, Ini Rinciannya

1.275.387 Formasi ASN 2021 Resmi Dibuka, Ini Rinciannya

Whats New
Menko Airlangga Gelontorkan Subsidi Ongkir, Asosiasi E-Commerce Sambut Baik

Menko Airlangga Gelontorkan Subsidi Ongkir, Asosiasi E-Commerce Sambut Baik

Whats New
Cara Daftar UMKM Online untuk Mencairkan BLT Rp 1,2 Juta

Cara Daftar UMKM Online untuk Mencairkan BLT Rp 1,2 Juta

Earn Smart
[POPULER DI KOMPASIANA] Royalti Memutar Lagu | Kena Ghosting Rekruter | Patah Hati dan Lagu 'Hey Jude'

[POPULER DI KOMPASIANA] Royalti Memutar Lagu | Kena Ghosting Rekruter | Patah Hati dan Lagu "Hey Jude"

Rilis
THR PNS Cair, Kurang Efektif Dorong Konsumsi dan Ekonomi di Kuartal II 2021

THR PNS Cair, Kurang Efektif Dorong Konsumsi dan Ekonomi di Kuartal II 2021

Whats New
Pemerintah China Denda Grup Alibaba Rp 40,6 Triliun, Mengapa?

Pemerintah China Denda Grup Alibaba Rp 40,6 Triliun, Mengapa?

Whats New
Jadi CPNS Kemenkumham Jalur Ikatan Dinas, Simak Dokumen Persyaratannya

Jadi CPNS Kemenkumham Jalur Ikatan Dinas, Simak Dokumen Persyaratannya

Whats New
Ingin Berinvestasi? Simak Dulu Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional

Ingin Berinvestasi? Simak Dulu Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional

Earn Smart
Erick Thohir: Kalau Izin Buka Pertashop Sulit, Pertamina Mesti Turun

Erick Thohir: Kalau Izin Buka Pertashop Sulit, Pertamina Mesti Turun

Whats New
DPR RI Sahkan RUU IE–CEPA, Apa Manfaatnya?

DPR RI Sahkan RUU IE–CEPA, Apa Manfaatnya?

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Pilih Pakaian Bekas Merek Internasional atau Pakaian Baru Merek Lokal?

[KURASI KOMPASIANA] Pilih Pakaian Bekas Merek Internasional atau Pakaian Baru Merek Lokal?

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X