Indonesia Bisa Jadi Pemain Industri Kendaraan Listrik Terbesar di ASEAN

Kompas.com - 01/02/2021, 17:30 WIB
Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi SHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETSIlustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia disebut berpotensi menjadi pemain terbesar di ASEAN dalam sektor industri kendaraan listrik. Hal tersebut selaras dengan tingginya cadangan nikel nasional, yang merupakan bahan baku utama dari baterai kendaraan listrik atau electronic vehicle (EV) battery.

Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Agus Tjahajana mengatakan, saat ini Indonesia memiliki porsi 30 persen dari total cadangan nikel di dunia.

Cadangan itu akan dimaksimalkan keberadaannya, dengan penciptaan ekosistem industri kendaraan listrik dari hulu ke hilir yang digarap oleh 4 BUMN energi yang tergabung dalam Indonesia Baterai Holding (IBH), yakni MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambanga (Persero).

"(IBH) ditugaskan untuk mengembangakan industri, untuk memanfaatkan peluang bsinis yang akan menjadi besar di masa mendatang," ujarnya dalam gelaran rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Anjlok 75 Persen, Kunjungan Wisman Hanya 4,02 Juta Sepanjang 2020

Pangsa pasar kendaraan listrik pun diproyeksi akan terus tumbuh ke depannya, di mana pada 2025 diprediksi akan terdapat 8,5 juta kendaraan lsitrik dan terus bertambah setiap tahunnya, hingga mencapai 54 juta kendaraan listrik pada 2040.

"Bila industri baterai ini terbangun ditambah dengan pasar otomotif dalam negeri yang terbesar di kawasan, maka Indonesia memiliki potensi terbesar di ASEAN untuk membangun ekosistem industri EV, meliputi industri battery EV hulu sampai hilir, infrastruktur charging station, sampai dengan daur ulang," tutur Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut Agus menjelaskan, nantinya BUMN yang tergabung dalam IBH akan memiliki fokus pengembagnan industri kendaraan listrik yang berbeda. Seperti halnya Pertamina yang akan ditugaskan untuk mengembangkan cell battery hingga engine storage system.

Sementara PLN, selaku perusahaan pelat merah di bidang ketenagalistrikan akan akan berperan untuk penyediaan infrastruktur pengisian daya seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) hingga menjadi integrator Energy Management System.

Baca juga: Pesan Sri Mulyani untuk BSI: Jangan Cederai Kepercayaan Masyarakat



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X