KILAS

Inclusive Closed Loop, Skema Alternatif untuk Tingkatkan Komoditas Pangan

Kompas.com - 01/02/2021, 18:06 WIB
Webinar bertajuk Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021 yang diselenggarakan Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) pada Rabu (27/1/2021). DOK. Humas PT Sinar MasWebinar bertajuk Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021 yang diselenggarakan Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) pada Rabu (27/1/2021).

KOMPAS.com – Wakil Ketua Umum (Waketum) Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) Indonesia Bidang Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan Franky O Widjaja mengatakan, Indonesia perlu menerapkan skema inclusive closed loop untuk meningkatkan komoditas pangan secara berkelanjutan.

“Dengan inclusive closed loop, pemerintah turut membantu meningkatkan kesejahteraan para petani dan mengurangi pelepasan emisi,” kata Franky dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin(1/2/2021).

Franky menjelaskan skema tersebut terdiri dari praktek pertanian, penyediaan akses bibit dan pupuk unggul, dukungan pendanaan, dan pendidikan literasi keuangan.

“Tidak lupa harus dibarengi dengan dukungan teknologi tepat guna dan jaminan pembelian (offtaker) oleh perusahaan yang memberikan pendampingan,” imbuhnya.

Baca juga: Beasiswa D3 Sinar Mas, Bebas Biaya Kuliah hingga Kesempatan Kerja

Hal tersebut disampaikan Franky dalam webinar bertajuk Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021 yang diselenggarakan Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) pada Rabu (27/1/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Turut hadir dalam webinar, Ketua MWA UI Saleh Husin, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, serta Rektor UI Ari Kuncoro.

Franky melanjutkan, dengan memberikan skema inclusive closed loop, maka ekosistem sektor pangan dapat dijadikan sebagai model bisnis produk unggulan lain.

“Dukungan kebijakan dan insentif dari pemerintah berpotensi mendatangkan rantai pasok yang kokoh, sehingga akan muncul banyak food estate dengan pengelolaan yang berdasarkan koperasi,” jelasnya.

Baca juga: Tak Ikut SNMPTN 2021, Yuk Coba Beasiswa Kuliah dari Sinar Mas

Menurut dia, pengelolaan berbasis koperasi penting untuk mewujudkan rencana satu triliun dollar Amerika Serikat (AS) bagi perekonomian Indonesia.

Untuk mewujudkan itu, Franky menjelaskan, perusahaan di bawah Kadin menggandeng pemerintah, lembaga riset dan pendidikan, serta para petani.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X