Kapan Perusahaan Mulai Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia?

Kompas.com - 02/02/2021, 11:50 WIB
Ilustrasi mobil listrik SHUTTERSTOCK/PAUL CRAFTIlustrasi mobil listrik
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menargetkan perusahaan manufaktur sudah dapat memproduksi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia pada 2022.

Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Agus Tjahajana mengatakan, dalam peta rencana atau roadmap yang telah dibuat, pada tahun ini pihaknya akan fokus mengembangkan penggunaaan energy storage system, yang terdiri dari stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

"Dapat kami laporkan bahwa saat ini PLN telah memiliki 32 titik SPKLU pada 22 lokasi dan pilot project SPBKLU di 33 lokasi, di berbagai kota Indonesia," katanya dalam gelaran rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI, dikutip Selasa (2/2/2021).

Sementara itu pada 2024, PT Aneka Tambang (Persero) ditargetkan mulai mengoperasikan fasilitas pengolahan atau smelter nikel dengan menggunakan proses hydro metalurgi atau smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL).

Baca juga: Gramedia Tebar Promo, Ada Diskon 90 Persen

Pada tahun yang sama, pabrik prekursor dan katoda yang digarap oleh PT Pertamina (Persero) dan MIND ID ditargetkan mulai beroperasi.

Satu tahun kemudian, PT PLN (Persero) dan Pertamina diproyeksi sudah mulai mengoperasikan pabrik cell to pack.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah berencana ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi dari hulu ke hilir akan rampung pada 2027.

Apabila seluruh rangkaian pembangunan ekosistem industri baterai kendaraan listrik tersebut telah rampung, Agus meyakini, Indonesia berpotensi menjadi pemain terbesar di ASEAN dalam sektor industri kendaraan listrik.

"Bila industri baterai ini terbangun ditambah dengan pasar otomotif dalam negeri yang terbesar di kawasan, maka Indonesia memiliki potensi terbesar di ASEAN untuk membangun ekosistem industri EV, meliputi industri battery EV hulu sampai hilir, infrastruktur charging station, sampai dengan daur ulang," tutur Agus.

Baca juga: Ini Nomor Layanan Call Center dan Waktu Operasional Bank Syariah Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.