Saham BRIS Sempat Anjlok 6 Persen Pasca-merger, Ada Apa?

Kompas.com - 02/02/2021, 12:40 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham Bank BRI Syariah (BRIS) terjun 5,71 persen, Selasa (2/2/2021).

Melansir RTI, tengah siang ini saham BRIS ditutup pada level 2.640 atau turun 160 poin setelah sebelumnya berada pada level 2.800 per lembar saham. BRIS juga sempat terjun 6,4 persen pagi tadi di level 2.620.

Sementara itu, IHSG tengah sesi juga melemah pada level 6.065 atau turun tipis 0,03 persen.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, ada kecenderungan profit taking setelah kenaikan harga saham yang cukup banyak. Apalagi penantian akan merger Bank Syariah Indonesia (BSI) oleh investor sudah diresmikan kemarin.

“Kemarin kan market naik secara umum, kalau hari ini kita khawatir market koreksi dan rata-rata saham terkoreksi. Investor kemarin menunggu news tentang merger BSI, dan ini sudah terjadi, biasanya orang akan sell by news di pasar, saya pikir market akan koreksi,” kata Hans kepada Kompas.com.

Baca juga: Anak Usia 10 Tahun Ini Dapat Cuan Rp 44,8 Juta dari Saham GameStop

Hans juga mengatakan, penurunan saham BRIS juga terjadi akibat transaksi margin nasabah yang masih cukup banyak. Transaksi margin atau margin trading adalah fasilitas dari perusahaan sekuritas yang memungkinkan nasabah atau investor bisa membeli saham berkali-kali lipat dari jumlah dana yang dimiliki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ada info yang mengatakan transaksi margin nasabah maisih cukup banyak, tentu orang ada yang square-square posisi di pasar,” kata dia.

Selain itu, sentimen terjadinya profit taking di reksadana saham juga menjadi sentimen negatif. Sepekan kemarin, kinerja reksadana saham turun 6,62 persen, dan reksadana campuran melemah 3,69 persen.

“Memang ada reduction di reksadana, dan saya pikir orang akan profit taking setelah kenaikan yang banyak. Dari Maret tahun lalu, ini kan belum setahun sudah naik banyak, dari 4.000, indeks naik sampai 6.000-an jadi ada profit taking di sana,” ucapnya.

Hingga siang ini, total transaksi BRIS mencapai Rp 666,4 miliar dengan volume 242,9 juta saham. Asing mencatatkan jual bersih sejumlah Rp 46,17 juta di seluruh pasar. Hans memproyeksikan saham BRIS akan bergerak pada kisaran Rp 2.920 per lembar saham hingga Rp 3.120 per lembar saham.

Baca juga: Nasabah Tetap Bisa Transaksi di ATM Bank Syariah Masing-masing Selama Integrasi BSI

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan tujuan bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.