Seberapa Penting UMKM Harus Mengurus Lisensi dan Mendaftarkan Mereknya?

Kompas.com - 02/02/2021, 15:30 WIB
Ilustrasi: Deretan food truck. KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi: Deretan food truck.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) sekaligus Ketua Pengembangan Resto Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Susanty Widjaya mengatakan, mengurus lisensi atau mendaftarkan merek merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan oleh UMKM sebelum melakukan atau memulai sebuah bisnis.

Sebab, menurut dia, pendaftaran tersebut memberikan perlindungan hukum bagi pelaku usaha, terutama pelaku usaha UMKM agar merek dagang mereka terlindungi atau tidak digunakan pihak lain.

"Selain itu, pendaftaran merek juga memberi kepercayaan lebih oleh konsumen terhadap merek atau produk yang dilisensikan. Jadi, lisensi merek atau produk baru dapat dilakukan apabila merek para pelaku usaha tersebut tentunya sudah didaftarkan," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Implementasikan Sertifikat Elektronik, Sertifikat Tanah Asli akan Ditarik ATR/BPN

Menurut dia, sebenarnya bisnis lisensi itu sudah berkembang cukup lama di Indonesia. Hanya saja penggunaan kata bisnis lisensi masih banyak yang awam dan kurang memahaminya dengan baik dan benar.

Dia menyayangkan banyak produk dengan lisensi merek dari luar negeri seperti Jepang dan Korea yang mendominasi di Indonesia. Padahal, menurut dia bisnis lisensi ini sangat menjanjikan.

"Sebenarnya, banyak produk-produk dengan lisensi merek dan lisensi karya cipta seperti karakter yang berhasil di Indonesia. Namun sangat disayangkan banyak karakter luar negeri yang mendominasi seperti dari Amerika," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Siapa Bilang Penjualan Mobil Listrik Jadi Satu-satunya Sumber Pendapatan Tesla?

Dia menilai bahwa hukum yang mengatur lisensi masih kurang memadai dan kurang diperhatikan di Tanah Air. Apalagi jika sudah mengenai enforcement-nya.

"Lihat saja berapa banyak terjadi pembajakan atau pemalsuan yang melibatkan kasus lisensi HKI, tetapi tidak diambil tindakan yang tegas terhadap pelakunya. Di produk-produk pakaian atau apparel, tas, sepatu, sandal, asesoris anak dan lainnya banyak merek-merek atau karakter-karakter terkenal ditiru dan lainnya tidak diambil tindakan," kata dia.

Oleh sebab itu, lanjut dia, Asensi melakukan  edukasi dan sosialisasi untuk membantu memberikan pengertian ke pelaku usaha tentang bisnis lisensi. Termasuk HKI yang membahas hak merek, hak paten, hak cipta, dan serba-serbi bisnis lisensi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.