Kementan Klaim Proyek Food Estate di Kalteng Sukses

Kompas.com - 02/02/2021, 16:31 WIB
Food estate Do. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRFood estate

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim proyek lumbung pangan (food estate) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) telah berhasil meningkatkan produksi pertanian. Para petani siap melaksanakan panen raya dalam waktu dekat.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy mengatakan, tidak ada fenomena kegagalan panen atau puso pada areal lumbung pangan yang terletak di Pulang Pisau, Kalteng. Bahkan pihaknya akan meninjau langsung kegiatan panen pertama di sana.

"Food estate, sudah mulai panen, mungkin Kamis (4/2/2021) atau Jumat (3/2/2021) Pak Menteri Pertanian akan panen di sana," ujarnya dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (2/1/2021).

Baca juga: OJK: Bank Siap Salurkan Kredit Bersuku Bunga Murah

Ia menyatakan, proyek lumbung pangan itu berdampak positif pada tingkat panen atau provitas. Hasil panen diyakini bisa mencapai sekitar 5,6-6,4 ton per hektar, lebih tinggi dari panen sebelum ada program food estate yang rata-rata hanya mencapai 3-4 ton per hektar.

Sarwo menjelaskan, di Pulang Pisau pemerintah berhasil menanam di lahan seluas 9.630 hektar dari target awal mencapai 10.000 hektar. Oleh karena itu terdapat 370 hektar lahan food estate di daerah itu yang belum di tanam.

Menurutnya, hal itu karena beberapa persoalan teknis yang diyakini bisa diatasi sesegera mungkin. Diantaranya, karena sebagian lahan masih tergenang air akibat hujan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Serta kebiasaan masyarakat pedalaman yang menanam pada Februari-Maret," imbuh dia.

Baca juga: Begini Nasib Program KPR Subsidi di Bank Syariah BUMN Usai Merger

Sarwo menambahkan, dalam menjalankan proyek food estate terdapat pula kendala yang dihadapi petani yakni menyangkut serangan hama tikus pada tanaman.

Oleh sebab itu, berdasarkan pantauan langsung Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalteng, kondisi tersebut akhirnya membuat sebagian petani harus panen lebih awal sehingga hasil produksi kurang maksimal.

"Ada petani yang lokasi sawahnya agak di ujung (areal Food Estate) kena serangan tikus, jadi daripada habis sama tikus maka langsung di panen. Laporan itu dari kunjungan ke sana bersama Kepala Dinas Pertanian Provinsi serta Kepala Dinas Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas," jelas dia.

Meski demikian, ia belum bisa memastikan seberapa luas areal tanam yang terkena serangan hama tikus tersebut, lantaran belum ada proses monitoring. Namun Sarwo meyakini, proyek lumbung pangan tersebut pada dasarnya berhasil dikerjakan.

"Kalau menurut kami food estate ini berhasil, kira-kira begitu," pungkas Sarwo.

Baca juga: RI Dapat Hibah Rp 704 Miliar dari Jepang, Dipakai untuk Bangun 6 Sentra Perikanan



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah JP Morgan, Kini Giliran Bank of America Sediakan Produk Bitcoin

Setelah JP Morgan, Kini Giliran Bank of America Sediakan Produk Bitcoin

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] 10 Destinasi di Kota Vancouver Kanada | Menggapai Atap Dunia, Everest Base Camp | Fenomena Hotel Kasino di Las Vegas Strip

[TREN WISATA KOMPASIANA] 10 Destinasi di Kota Vancouver Kanada | Menggapai Atap Dunia, Everest Base Camp | Fenomena Hotel Kasino di Las Vegas Strip

Rilis
Impor Alkes Capai Rp 150 Triliun, Bahlil Ajak Investor Asing Masuk Sektor Kesehatan

Impor Alkes Capai Rp 150 Triliun, Bahlil Ajak Investor Asing Masuk Sektor Kesehatan

Whats New
SNV Indonesia Kampanyekan Pentingnya Prokes pada Kelompok Rentan

SNV Indonesia Kampanyekan Pentingnya Prokes pada Kelompok Rentan

Rilis
Investigasi Dugaan Kebocoran Data, BRI Life Jamin Keamanan Polis Nasabah

Investigasi Dugaan Kebocoran Data, BRI Life Jamin Keamanan Polis Nasabah

Whats New
Bahlil: Investasi dari AS, Australia, dan Korsel Bakal Masuk Tahun Ini

Bahlil: Investasi dari AS, Australia, dan Korsel Bakal Masuk Tahun Ini

Whats New
Pemerintah Sebut Investasi Besar Bakal Masuk ke Kalimantan Utara

Pemerintah Sebut Investasi Besar Bakal Masuk ke Kalimantan Utara

Whats New
Kementerian PUPR Tambah Fasilitas RS di Yogyakarta

Kementerian PUPR Tambah Fasilitas RS di Yogyakarta

Rilis
Agar Ekowisata Berkembang, 10.000 Bibit Bakau Ditanam di Mandalika

Agar Ekowisata Berkembang, 10.000 Bibit Bakau Ditanam di Mandalika

Rilis
Bantu Warga Terdampak PPKM, Pengusaha Peduli NKRI Kembali Galang Donasi

Bantu Warga Terdampak PPKM, Pengusaha Peduli NKRI Kembali Galang Donasi

Rilis
BCA Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

BCA Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Cara Daftar Prakerja Gelombang 18

Cara Daftar Prakerja Gelombang 18

Whats New
KSPSI Bareng Polri Gelar Vaksinasi Gratis untuk Buruh, Simak Jadwalnya

KSPSI Bareng Polri Gelar Vaksinasi Gratis untuk Buruh, Simak Jadwalnya

Whats New
Startup Tanijoy Diduga Gelapkan Uang 430 Lender Senilai Rp 4,5 Miliar

Startup Tanijoy Diduga Gelapkan Uang 430 Lender Senilai Rp 4,5 Miliar

Whats New
Perhimpunan Pemberi Pinjaman Tanijoy Berencana Selesaikan Masalah Lewat Jalur Hukum

Perhimpunan Pemberi Pinjaman Tanijoy Berencana Selesaikan Masalah Lewat Jalur Hukum

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X