Holding RS BUMN: RS Pelni Tidak Layani Vaksinasi Covid-19 Berbayar

Kompas.com - 02/02/2021, 19:09 WIB
Ilustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19 SHUTTERSTOCK/PALSANDIlustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina Bina Medika IHC selaku induk holding BUMN rumah sakit menegaskan Rumah Sakit Pelni tak melayani vaksin Covid-19 berbayar.

Hal tersebut dikemukakan untuk menanggapi poster yang beredar luas di media sosial yang memuat daftar harga vaksin Covid-19 di RS Pelni.

“Dapat kami sampaikan bahwa RS Pelni tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengadaan vaksin,” ujar Corporate Secretary PT Pertamina Bina Medika M Sonny Irawan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/2/2021).

Sonny menambahkan, saat ini program vaksinasi Covid-19 yang tengah berjalan merupakan program pemerintah yang diberikan secara gratis dengan menggunakan produk vaksin Sinovac.

Baca juga: Penasaran dengan Biaya Pasang Panel Surya di Rumah Anda? Coba Gunakan Situs Web Ini

“Sesuai dengan Peraturan Presiden berkaitan dengan pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Pandemi COVID-19, IHC dan Grup RS dibawahnya tidak memiliki wewenang dalam pengadaan vaksin,” kata dia.

Menurut dia, seluruh program vaksinasi Covid-19 dibawah kewenangan Kementerian Kesehatan. Hingga saat ini, belum ada peraturan resmi berkaitan dengan program vaksin mandiri.

“Atas kesalahpahaman dan ketidaknyamanan yang timbul, kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar poster yang memuat daftar harga vaksinasi Covid-19 di RS Pelni. Dalam poster itu memuat harga vaksin Sinovac Rp 240.000 per 0,5 mili liter.

Lalu, harga vaksin AstraZeneca Rp 110.00 per 0,5 mili liter. Kemudian, harga vaksin Moderna Rp 505.000 per 0,5 mili liter.

Baca juga: Lion Parcel Layani Pengiriman Domestik FedEx di Indonesia

Selanjutnya, harga vaksin Novavax Rp 150.000 per 0,5 mili liter. Adapun harga vaksin Pfizer Rp 350.000 per 0,3 mili liter. Terakhir, harga vaksin Sinopharm Rp 2.100.000.

Dalam keterangan poster tersebut menyebutkan harga yang disebutkan di atas merupakan harga 1 kali vaksin dan harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk mendapatkan hasil yang efektif, pelaksanaan vaksin dilakukan sebanyak 2 kali sesuai jarak antar vaksin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X