Jepang Perpanjang Masa Darurat Covid-19 hingga 7 Maret, Warga Asing Dilarang Datang

Kompas.com - 02/02/2021, 20:30 WIB
People wearing face masks to help curb the spread of the coronavirus walk on Aoyama shopping street in Tokyo Sunday, Dec. 27, 2020. Japan is barring entry of all nonresident foreign nationals as a precaution against a new and potentially more contagious coronavirus variant that has spread across Britain. The Foreign Ministry says the entry ban will start Monday and last through Jan. 31. (Yuka Ando/Kyodo News via AP) Yuka AndoPeople wearing face masks to help curb the spread of the coronavirus walk on Aoyama shopping street in Tokyo Sunday, Dec. 27, 2020. Japan is barring entry of all nonresident foreign nationals as a precaution against a new and potentially more contagious coronavirus variant that has spread across Britain. The Foreign Ministry says the entry ban will start Monday and last through Jan. 31. (Yuka Ando/Kyodo News via AP)

TOKYO, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 belum akan berakhir dalam waktu dekat. Selain Indonesia yang memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sejumlah negara di Asia ini juga memperpanjang masa darurat Covid-19.

Mengutip Nikkei Asia, Selasa (2/1/2021), Pemerintah Jepang memperpanjang masa darurat Covid-19 untuk sebulan ke depan atau hingga 7 Maret 2021. Perpanjangan itu bakal berlaku di 10 prefektur, termasuk Tokyo.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan, prefektur-prefektur yang bakal diterapkan masa darurat, antara lain Kanagawa, Saitama, Chiba, Osaka, Hyogo, Kyoto, Aichi, Gifu, Fukuoka, dan Tochigi.

Baca juga: Permintaan BBM Diprediksi Terus Menurun, Ini Upaya Pertamina agar Tetap Eksis

"Meskipun jumlah infeksi baru di Jepang berada dalam tren menurun, perpanjangan masa darurat perlu dilanjutkan untuk mengurangi jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit maupun jumlah pasien yang sakit parah," kata Suga.

Suga menyebut, Negeri Sakura akan menerapkan langkah-langkah secara menyeluruh untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Namun, kehidupan dan mata pencaharian masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Untuk itu, restoran-restoran bakal tetap buka namun dengan jam buka yang dibatasi, hanya hingga pukul 08.00 malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyajian alkohol pada restoran pun hanya dibolehkan dari pukul 11.00 siang hingga pukul 07.00 malam. Perusahaan yang bekerjasama dengan pemerintah untuk mengikuti protokol ini bakal diberikan kompensasi hingga 60.000 yen per hari.

Tak hanya restoran, operasional kereta juga bakal dikurangi sebesar 70 persen. Kehadiran di acara-acara besar dibatasi 50 persen hingga paling banyak 5.000 orang.

Baca juga: RI Dapat Hibah Rp 704 Miliar dari Jepang, Dipakai untuk Bangun 6 Sentra Perikanan

Masyarakatnya diminta tinggal di rumah setelah pukul 08.00 malam sambil menerapkan bekerja dari rumah (WFO).

Selama masa darurat ini, kampanye "Go To Travel" yang diinisiasi pemerintah Jepang untuk memberikan insentif kepada warganya yang pergi liburan juga akan dihentikan. Masuknya warga asing yang sebelumnya diizinkan juga bakal ditangguhkan.

Selain Jepang, Malaysia juga memperpanjang masa pembatasan sosial/karantina wilayah selama dua pekan ke depan. Karantina yang seharusnya berakhir pada tanggal 4 Februari, diperpanjang hingga 18 Februari 2021.

"Sekarang akan berlanjut hingga 18 Februari," kata Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob.



Sumber nikkei
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.