Jack Ma Didepak dari Daftar Pengusaha China saat Laba Alibaba Kinclong

Kompas.com - 03/02/2021, 10:10 WIB
HANGZHOU, CHINA - AUGUST 28: Alibaba Group Chairman Jack Ma attends 2019 Global Conference on Women and Entrepreneurship on August 28, 2019 in Hangzhou, Zhejiang Province of China. (Photo by VCG/VCG via Getty Images) VCGHANGZHOU, CHINA - AUGUST 28: Alibaba Group Chairman Jack Ma attends 2019 Global Conference on Women and Entrepreneurship on August 28, 2019 in Hangzhou, Zhejiang Province of China. (Photo by VCG/VCG via Getty Images)

SHANGHAI, KOMPAS.com - Pengusaha kawakan China, Jack Ma, didepak dari daftar pengusaha China yang diterbitkan oleh media pemerintah.

Hal ini makin menunjukkan ketidaksenangan pemerintah pimpinan Xi Jinping akan kehadiran Jack Ma.

Namun namanya Jack Ma, dia tetaplah pengusaha. Pendepakan terjadi justru ketika platform e-commerce besutannya, Alibaba, memperoleh pendapatan tinggi pada kuartal IV 2020. Pendapatan yang kian memuncak itu mengalahkan ekspektasi Wall Street.

Keuntungan sontak menjadi angin segar ketika pemerintah China menekan kerajaan bisnis Jack Ma untuk menangguhkan IPO Ant Group senilai 37 miliar dollar AS.

Baca juga: Sri Mulyani Kembali Bebaskan Karyawan dari Pajak Penghasilan

Mengutip Channel News Asia, Rabu (3/1/2021), Alibaba mencatatkan penjualan hingga 74 miliar dollar AS dalam Single Days Sale bulan November lalu, sebuah program yang dijalankan Alibaba sejak bertahun-tahun lamanya.

Pendapatan dalam hari belanja itu melampaui hari belanja Black Friday dan Cyber Monday-nya e-commerce asal AS.

Secara total, pendapatan Alibaba naik 37 persen menjadi 221,08 miliar yuan atau 34,24 miliar dollar AS pada kuartal IV 2020. Pendapatan di atas perkiraan analis yang hanya 214,38 miliar yuan.

Pendapatan perdagangan inti dari situs e-niaga utamanya naik 38 persen ke rekor tertinggi 195,54 miliar yuan, didukung oleh mulai beroperasinya perusahaan China saat ekonomi pulih dari krisis COVID-19.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa adalah 79,43 miliar yuan, atau 28,85 yuan per saham. Jumlahnya naik dibandingkan dengan 52,31 miliar yuan atau 19,55 yuan per ADS pada setahun sebelumnya.

Pendapatan untuk komputasi awan naik 50 persen secara tahunan (year on year/yoy), mencapai 16,12 miliar yuan, karena divisi tersebut membukukan EBITA positif untuk pertama kalinya.

Baca juga: Ini Cara Menggunakan ShopeePay di Matahari Department Store

Sebelumnya diberitakan, Jack Ma didepak dari daftar pengusaha China oleh media pemerintah setempat. Media pemerintah tersebut merilis daftar pengusaha China yang memimpin di bidang teknologi.

Alih-alih Jack Ma, yang merupakan pendiri perusahaan terbesar di negara tersebut, di dalam daftar itu ada Pony Ma dari Tencent Holdings Ltd, Wang Chuanfu dari BYD Co, pendiri Xiaomi Corp Lei Jun, serta Ren Zhengfei dari Huawei Technologies Co.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

Rilis
Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Whats New
Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Whats New
Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Whats New
Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Whats New
Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Whats New
Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Spend Smart
Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Whats New
Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Whats New
Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Whats New
Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Whats New
Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Whats New
Ini Sanksi untuk Perusahaan Leasing yang Tarik Paksa Kendaraan Debitur

Ini Sanksi untuk Perusahaan Leasing yang Tarik Paksa Kendaraan Debitur

Whats New
KA Jarak Jauh Angkut 48.810 Penumpang Non-mudik Selama 9 Hari Larangan Mudik

KA Jarak Jauh Angkut 48.810 Penumpang Non-mudik Selama 9 Hari Larangan Mudik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X