Hingga Januari 2021, Welma BCA Catat Transaksi Rp 6,7 Triliun

Kompas.com - 03/02/2021, 18:18 WIB
Direktur BCA Santoso, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto, dan Wakil Presiden Direktur BCA Suwignyo Budiman ketika meluncurkan aplikasi welath management WELMA di Jakarta, Selasa (8/10/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIADirektur BCA Santoso, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto, dan Wakil Presiden Direktur BCA Suwignyo Budiman ketika meluncurkan aplikasi welath management WELMA di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Aplikasi Welma BCA mencatat nominal transaksi senilai Rp 6,7 triliun hingga Januari 2021.

Transaksi obligasi pemerintah mencatat nominal terbesar pada aplikasi, sementara frekuensi transaksi terbanyak adalah pada produk reksa dana.

Welma BCA adalah aplikasi mobile dari BCA untuk berinvestasi dan mendapat informasi seputar portofolio investasi pengguna.

Baca juga: Mau Investasi di BCA? Begini Cara Aktivasi Welma BCA

Produk yang disediakan terdiri dari reksa dana, obligasi, dan asuransi.

Senior EVP Wealth Management BCA, Christine Setyabudhi mengatakan, tingginya transaksi obligasi pemerintah disebabkan karena banyak investor pemula yang belum begitu mengerti investasi reksa dana.

Obligasi dipilih karena dianggap lebih mudah, aman, dan nyaman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Transaksinya lebih banyak adalah produk-produk obligasi terutama obligasi yang dikeluarkan pemerintah. Karena untuk investor baru, obligasi lebih nyaman. Mereka belum mengerti produk reksa dana. Menurut kami itu suatu tahap transisi sebelum nanti mencoba reksa dana," kata Christine dalam Konferensi virtual Welma BCA, Rabu (3/2/2021).

Christine menuturkan, jumlah pengguna Welma pun bertambah hingga 84.000 pengguna sejak diluncurkan tahun 2019 lalu.

Baca juga: Digugat Sri Bintang Pamungkas Rp 10 Miliar, Ini Respons BCA

Pertumbuhan ini sedikit banyak ditopang oleh peningkatan jumlah investor muda saat pandemi Covid-19.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, pertumbuhan investor baru sepanjang 2020 meningkat sebesar 28 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.