Kompas.com - 03/02/2021, 19:38 WIB
Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi memaparkan kondisi ketenagakerjaan dalam Forum Dialog ASEAN-AS secara virtual, di Jakarta, Rabu (3/2/2021). Dokumentasi Humas Kementerian KetenagakerjaanSekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi memaparkan kondisi ketenagakerjaan dalam Forum Dialog ASEAN-AS secara virtual, di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi menyebutkan, total pekerja Indonesia yang terkena dampak dari pandemi Covid-19 sekitar 2.146.667 orang, baik pekerja sektor formal maupun informal.

Data ini dihimpun melalui kolaborasi Kemenaker dengan BPJS Ketenagakerjaan pada periode 1 April-31 Juli 2020. Paparan ini dia sampaikan ketika mengikuti Forum ASEAN-AS Dialogue on Trade and Labour secara virtual.

"Berdasarkan jenis kelamin, pekerja yang terdampak didominasi oleh laki-laki dengan kontribusi sebanyak 1.537.439 orang atau persentasenya sekitar 71,62 persen, sedangkan perempuan berkontribusi sebanyak 609.228 atau sebanyak 28,38 persen," katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (3/2/2021).

Baca juga: Menaker: Akibat Covid-19, Sekitar 6,5 Juta Pekerja Nyaris Terpangkas Pendapatannya

Lebih lanjut kata dia, Kemenaker telah menerapkan strategi kebijakan konkret di sektor ketenagakerjaan guna meminimalkan peningkatan angka pengangguran Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Di antaranya mengembangkan sistem pelatihan dengan mekanisme pelatihan campuran (blended training), memaksimalkan program penempatan dan perluasan kesempatan kerja serta kewirausahaan, seperti padat karya infrastruktur dantenaga kerja mandiri.

Kemudian, mengkoordinasikan kepada perusahaan terkait wajib lapor ketenagakerjaan untuk mengetahui kondisi ketenagakerjaan di setiap perusahaan yang terintegrasi dalam platform Sisnaker serta meningkatkan intensitas dan kualitas dalam ruang dialog sosial, baik Tripartit maupun Bipartit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, pandemi Covid-19 menjadi pengingat bahwa tidak ada negara yang kebal terhadap dampak dari epidemi, khususnya di sektor Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama internasional yang erat, baik dalam pencegahan maupun dalam penanganan epidemi itu sendiri.

"Kami harus bekerja lebih keras untuk memastikan bahwa 2021 akan menjadi tahun yang lebih baik untuk semua negara, khususnya pada sektor ketenagakerjaan," ujarnya.

Baca juga: Menaker: Alokasi Bantuan Subsidi Gaji Dialihkan ke Kartu Prakerja

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.