Kompas.com - 04/02/2021, 16:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena fraud (kecurangan) pada sektor finansial meningkat signifikan seiring makin kompleksnya inovasi keuangan digital.

Direktur Departemen Surveilans dan Sistem Keuangan Bank Indonesia, Prasetyo Hendardi mengatakan, pihaknya sudah memiliki beragam upaya mitigasi fraud di sektor finansial, khususnya di sektor keuangan non bank.

Prasetyo bilang, ada 6 langkah upaya BI untuk memitigasi fraud, salah satunya terdapat dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia tahun 2025.

Baca juga: Bappenas: 4 Juta Jiwa Kembali Jatuh Miskin Bila...

"Dalam blueprint, penyelenggara perlu mengikuti penerapan Know Your Customer (KYC), implementasi regtech/supertech, reformasi regulasi, dan menerapkan pengawasan yang lebih ketat seiring makin kompleksnya layanan," kata Prasetyo dalam webinar Infobank secara virtual, Kamis (4/2/2021).

Adapun 5 upaya lainnya dari bank sentral antara lain, reformasi ketentuan sistem pembayaran yang dalam PBI No. 22/23/PBI/2020 tentang Sistem Pembayaran, mengatur ketentuan perlindungan konsumen, dan membuat framework ketentuan risiko manajemen siber.

Lalu, bank sentral juga melakukan pengawasan di bidang sistem pembayaran dan membuat platform untuk berbagi informasi kepada para penyelenggara (cyber security sharing platform).

Nantinya dalam platform tersebut, para penyelenggara bisa berbagi informasi mengenai fraud yang terjadi. Hal ini bertujuan agar penyelenggara lain bisa memitigasi risiko fraud secara lebih dini bila ada fraud yang serupa.

Namun identitas pembagi informasi tidak ditampilkan agar tidak terjadi kampanye hitam (black campaign) antar sesama pemain.

Baca juga: Cara Dapat Token Listrik Gratis Melalui Aplikasi PLN Mobile

"Jadi di sini adalah keterlibatan PJSP (penyelenggara jasa sistem pembayaran) dalam cyber security sharing platform sehingga kalau ada fraud serupa, itu tidak terjadi lagi. Kami akan enhance pengawasan di bidang SP, juga ada PBI perlindungan konsumen," papar Prasetyo.

Lebih lanjut dia menuturkan, fraud yang biasa terjadi pada sistem pembayaran ada 4 jenis. Fraud ini mengandalkan kanal monetisasi, seperti transfer credit, pull transaction, dengan atau tanpa kartu, dan dompet digital.

"Kalau jenis transfer credit itu dapat terjadi pada keempat tahapan proses pembayaran. Kalau jenis dengan kartu, biasanya kartu (debit) dicuri. Sedangkan kalau yang tanpa kartu, biasanya fraud terjadi karena nomor kartunya terpegang atau dicopy oleh fraudster termasuk 3 sandi di belakang kartu (CVV)," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasindo Salurkan Pendanaan Senilai Rp 900 Juta untuk Kelompok Tani Ternak di Tulungagung

Jasindo Salurkan Pendanaan Senilai Rp 900 Juta untuk Kelompok Tani Ternak di Tulungagung

Whats New
Upaya Subholding Gas Pertamina Tingkatkan Penggunaan dan Pengembangan Infrastruktur Gas Bumi

Upaya Subholding Gas Pertamina Tingkatkan Penggunaan dan Pengembangan Infrastruktur Gas Bumi

Whats New
Bakal Ditinjau Jokowi, Pekerjaan Kavling Kawasan Inti IKN Nusantara Dimulai Januari 2023

Bakal Ditinjau Jokowi, Pekerjaan Kavling Kawasan Inti IKN Nusantara Dimulai Januari 2023

Whats New
Kompasianival Hadir Kembali Secara Offline, Angkat Tema 'Kelana Masa Depan'

Kompasianival Hadir Kembali Secara Offline, Angkat Tema "Kelana Masa Depan"

Rilis
Pelaku Industri Properti Optimistis Bisnis Tetap Tumbuh Positif Tahun Depan

Pelaku Industri Properti Optimistis Bisnis Tetap Tumbuh Positif Tahun Depan

Whats New
Tak Setuju Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen, Petani Tembakau Usul 5 Persen

Tak Setuju Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen, Petani Tembakau Usul 5 Persen

Whats New
Telefast, Volta, dan MCAS Group Kerja Sama Kembangkan Bisnis Kendaraan Listrik

Telefast, Volta, dan MCAS Group Kerja Sama Kembangkan Bisnis Kendaraan Listrik

Whats New
Ada Tren Kenaikan Suku Bunga BI, Ini Dampaknya ke Bunga Simpanan Bank

Ada Tren Kenaikan Suku Bunga BI, Ini Dampaknya ke Bunga Simpanan Bank

Whats New
Yakin Produksi Beras Dalam Negeri Cukup, Mentan: Cek Saja Data BPS

Yakin Produksi Beras Dalam Negeri Cukup, Mentan: Cek Saja Data BPS

Whats New
Survei Grab: Mie Instan dan Nasi Goreng adalah Menu yang Paling Banyak Dipesan di GrabMart dan GrabFood

Survei Grab: Mie Instan dan Nasi Goreng adalah Menu yang Paling Banyak Dipesan di GrabMart dan GrabFood

Whats New
Menteri Teten Resmi Pecat PNS Kemenkop UKM Pelaku Kekerasan Seksual

Menteri Teten Resmi Pecat PNS Kemenkop UKM Pelaku Kekerasan Seksual

Whats New
10 Asosiasi Pengusaha Resmi Ajukan Uji Materi Permenaker Upah Minimum 2023 ke MA

10 Asosiasi Pengusaha Resmi Ajukan Uji Materi Permenaker Upah Minimum 2023 ke MA

Whats New
Genjot Sektor Finansial dan Teknologi, Hanwa Life Gandeng Lippo Group

Genjot Sektor Finansial dan Teknologi, Hanwa Life Gandeng Lippo Group

Rilis
Revitalisasi Lokananta, Erick Thohir: Hasil Rekaman Sekelas Abbey Road

Revitalisasi Lokananta, Erick Thohir: Hasil Rekaman Sekelas Abbey Road

Whats New
Sandiaga Uno: Banyak Pelaku UMKM yang Ikut-ikutan dan Tidak Fokus

Sandiaga Uno: Banyak Pelaku UMKM yang Ikut-ikutan dan Tidak Fokus

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.