Soal Sertifikat Tanah Elektronik, Perbankan Tunggu Arahan Kementerian ATR

Kompas.com - 04/02/2021, 17:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank-bank di tanah air tengah mengkaji rencana kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang mengganti sertifikat tanah menjadi sertifikat elektronik.

Bank spesialis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) misalnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, mengaku masih berkoordinasi mengenai sertifikat elektronik ini secara internal.

"(Soal) ini kami koordinasikan dulu, (karena) ini juga baru rencana," kata Corporate Secretary BTN Ari Kurniawan kepada Kompas.com, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Siap-siap, Semua Sertifikat Tanah Asli Bakal Ditarik ke Kantor BPN

Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengatakan, informasi mengenai sertifikat elektronik, khususnya untuk KPR, masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

"Terkait teknis penerbitan sertifikat elektronik, saat ini BRI menunggu surat Keputusan Menteri ATR/BPN. Secara internal, BRI sudah melakukan kajian atas kebijakan tersebut," kata Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto kepada Kompas.com.

Bila sertifikat elektronik nantinya diberlakukan, perseroan memastikan akan menjaga keamanan data dari nasabahnya.

Hal tersebut tecermin dari pengelolaan data di BRI yang sudah mendapatkan sertifikasi internasional melalui ISO 27001 sejak tahun 2018. 

"Setelah tersertifikasi ISO 27001, nasabah tentunya tak perlu ragu lagi memercayakan data pribadinya kepada BRI," ungkap Aestika.

Baca juga: Implementasikan Sertifikat Elektronik, Sertifikat Tanah Asli Akan Ditarik ATR/BPN

Kementerian ATR pun juga mengatur sertifikat tanah elektronik ini dalam pasal 12 ayat 3 Permen ATR/BPN no 1/2022.

Pasal tersebut menjelaskan, dokumen elektronik baik yang diterbitkan melalui sistem elektronik dan/atau hasil alih media menjadi dokumen elektronik berikut hasil cetakannya merupakan alat bukti hukum yang sah sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di Indonesia.

"Keamanan nasabah terjamin, reputasi BRI pun terjaga karena akses keluar masuk data baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal BRI telah sesuai standar keamanan internasional," pungkas Aestika.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.