Soal Sertifikat Tanah Elektronik, Perbankan Tunggu Arahan Kementerian ATR

Kompas.com - 04/02/2021, 17:48 WIB
Warga mencium sertifikat usai mengikuti penyerahan sertifikat tanah gratis oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, di Rujab Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (5/1/2021). Presiden RI Joko Widodo secara virtual menyerahkan sertifikat tanah gratis untuk rakyat se-Indonesia, untuk di Sulawesi Tenggara sebanyak 26.542 lembar sertfikat yang tersebar di 17 kabupaten/kota. ANTARA FOTO/JOJONWarga mencium sertifikat usai mengikuti penyerahan sertifikat tanah gratis oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, di Rujab Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (5/1/2021). Presiden RI Joko Widodo secara virtual menyerahkan sertifikat tanah gratis untuk rakyat se-Indonesia, untuk di Sulawesi Tenggara sebanyak 26.542 lembar sertfikat yang tersebar di 17 kabupaten/kota.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank-bank di tanah air tengah mengkaji rencana kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang mengganti sertifikat tanah menjadi sertifikat elektronik.

Bank spesialis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) misalnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, mengaku masih berkoordinasi mengenai sertifikat elektronik ini secara internal.

"(Soal) ini kami koordinasikan dulu, (karena) ini juga baru rencana," kata Corporate Secretary BTN Ari Kurniawan kepada Kompas.com, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Siap-siap, Semua Sertifikat Tanah Asli Bakal Ditarik ke Kantor BPN

Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengatakan, informasi mengenai sertifikat elektronik, khususnya untuk KPR, masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

"Terkait teknis penerbitan sertifikat elektronik, saat ini BRI menunggu surat Keputusan Menteri ATR/BPN. Secara internal, BRI sudah melakukan kajian atas kebijakan tersebut," kata Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto kepada Kompas.com.

Bila sertifikat elektronik nantinya diberlakukan, perseroan memastikan akan menjaga keamanan data dari nasabahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut tecermin dari pengelolaan data di BRI yang sudah mendapatkan sertifikasi internasional melalui ISO 27001 sejak tahun 2018. 

"Setelah tersertifikasi ISO 27001, nasabah tentunya tak perlu ragu lagi memercayakan data pribadinya kepada BRI," ungkap Aestika.

Baca juga: Implementasikan Sertifikat Elektronik, Sertifikat Tanah Asli Akan Ditarik ATR/BPN

Kementerian ATR pun juga mengatur sertifikat tanah elektronik ini dalam pasal 12 ayat 3 Permen ATR/BPN no 1/2022.

Pasal tersebut menjelaskan, dokumen elektronik baik yang diterbitkan melalui sistem elektronik dan/atau hasil alih media menjadi dokumen elektronik berikut hasil cetakannya merupakan alat bukti hukum yang sah sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di Indonesia.

"Keamanan nasabah terjamin, reputasi BRI pun terjaga karena akses keluar masuk data baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal BRI telah sesuai standar keamanan internasional," pungkas Aestika.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.