Kompas.com - 04/02/2021, 21:01 WIB
Ilustrasi kapal barang. SHUTTERSTOCKIlustrasi kapal barang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu draf aturan turunan Undang-undang (UU) Cipta Kerja, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang penyelenggaraan pelayaran mendapatkan sorotan tajam dari beberapa pengamat.

RPP tentang penyelenggaraan pelayaran itu dinilai membingungkan, sebab terdapat sejumlah pasal yang berpotensi menimbulkan perdebatan.

"Terus terang, kalau saya baru mulai baca minggu lalu isinya itu menurut saya mengerikan," ujar Pakar Kebijakan Publik, Agus Pambagio, dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (4/2/2021).

Salah satu pasal yang disoroti oleh Agus ialah Pasal 44 di RPP bidang pelayaran yang dinilai aneh. Sebab kata Agus, pasal tersebut mengatur soal agen umum dan pemilik kapal.

Menurut dia, kedua sektor usaha ini memiliki model bisnis yang berbeda, namun ditempatkan di tempat bisnis yang sama.

Baca juga: Tesla Kirim Proposal ke RI, Pemerintah Siap Negosiasi Pekan Depan

"Ini ada titik yang tidak pas, tapi bisnis disatukan, boleh disuruh bersaing, ini yang jadi repot menurut saya," ujarnya.

Keberadaan aturan itu justru disebut Agus dapat memperlambat pertumbuhan sektor transportasi laut. Pasalnya, akan terjadi bentrok antar dua model bisnis yang berbeda.

Hal senada juga disampaikan Pengamat Industri Perkapalan Tri Achmadi, yang menyebutkan ketidaksetaraan level usaha akan menciptakan persaingan tidak sehat dalam industri pelayaran.

"Selalu benturannya adalah antara regulasi dan market, namun sebenarnya tidak terlalu relevan dalam industri angkutan laut," kata dia.

Sementara itu, Pengamat Hukum Margarito Kamis menyebut isi dalam RPP tidak beraturan. Salah satu poin yang menjadi sorotan ialah perihal klausul membuka pintu lebar masuknya kapal-kapal asing.

"Kalau kapal asing membuat agen di sini, kita semua kalah," ucapnya.

Baca juga: Pemerintah Bakal Beri Insentif untuk Vaksinator



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

Rilis
Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Whats New
Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Whats New
Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Whats New
Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Whats New
Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Whats New
Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Spend Smart
Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Whats New
Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Whats New
Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Whats New
Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Whats New
Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Whats New
Ini Sanksi untuk Perusahaan Leasing yang Tarik Paksa Kendaraan Debitur

Ini Sanksi untuk Perusahaan Leasing yang Tarik Paksa Kendaraan Debitur

Whats New
KA Jarak Jauh Angkut 48.810 Penumpang Non-mudik Selama 9 Hari Larangan Mudik

KA Jarak Jauh Angkut 48.810 Penumpang Non-mudik Selama 9 Hari Larangan Mudik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X