Maju Mundur Kedatangan Tim Tesla ke Indonesia Hingga Rencana Negosiasi Pekan Depan

Kompas.com - 05/02/2021, 07:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Angan-angan Indonesia ingin mengembangkan kendaraan bertenaga listrik, perlahan-lahan mulai direalisasikan pada tahun ini.

Pemerintah pun lagi getolnya mencari investor luar negeri agar mau terlibat dalam pengembangan kendaraan berbasis listrik tersebut.

Salah satunya Tesla Inc, yang sejak tahun 2020 kerap jadi incaran Pemerintah Indonesia.

Baca juga: Tesla Kirim Proposal ke RI, Pemerintah Siap Negosiasi Pekan Depan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut andil meyakinkan CEO SpaceX sekaligus pendiri Tesla, Elon Musk agar mau berinvestasi di Indonesia.

Hal ini diketahui dari perbincangan Jokowi kepada Elon Musk sejak 11 Desember lalu, melalui sambungan telepon.

Dalam perbincangan via telepon, kedua belah pihak saling bertukar pandangan mengenai kendaraan listrik beserta komponen utamanya baterai listrik.

Di akhir perbincangan keduanya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Elon Musk akan mengirimkan timnya ke Indonesia untuk mendalami perbincangan dengan Presiden.

Kedatangannya sempat tertunda

Awalnya, Menko Luhut mengatakan bahwa tim Tesla akan mengunjungi Indonesia pada Januari 2021.

Bahkan, Luhut memastikan bahwa Tesla mulai tertarik untuk berinvestasi di Indonesia.

"Tesla juga sudah menyampaikan minat yang kuat untuk berinvestasi di Indonesia. Mereka akan melakukan kunjungan pada nanti tahun depan bulan Januari," kata Luhut dalam sambutannya secara virtual pada acara Peluncuran Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Luhut: Kesepakatan NDA RI-Tesla Telah Diteken

Rupanya, rencana kedatangan tim Tesla yang tadinya dijadwalkan Januari tahun ini, diundur menjadi Februari 2021.

Namun, lagi-lagi rencana tim Tesla ke Tanah Air di awal Februari kembali ditunda.

Hal ini lantaran adanya kebijakan dari pemerintah melarang masuknya warga negara asing (WNA) ke Indonesia.

Tujuan kebijakan tersebut dibuat untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia, yang baru-baru ini terus melonjak hingga mencapai total 1 juta kasus.

Jadwalkan negosiasi

Kendati tidak hadir secara fisik, Pemerintah RI terus berkomunikasi dengan pihak Tesla melalui saluran video call.

Luhut menyebutkan, sebanyak enam kali dirinya melakukan interaksi virtual hingga berujung perjanjian Non-Disclosure Agreement (NDA).

"Kami sudah enam kali vidcall dan NDA sudah ditandatangani, saya pikir hari ini atau besok, kami akan terima proposal dari mereka," kata Luhut melalui tayangan virtual, Rabu (3/2/2021).

Baca juga: Ketika Rencana Investasi Jokowi-Tesla Terganjal Larangan WNA Masuk Indonesia

NDA telah diteken dan proposal pun telah diterima Luhut pada Kamis (4/2/2021) untuk ditelaah sebelum mencapai suatu kesepakatan bersama.

Kepada Kompas.com, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto mengatakan, pemerintah akan segera bernegosiasi dengan tim Tesla mulai pekan depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.