Mahendra K Datu
Pekerja corporate research

Pekerja corporate research. Aktivitas penelitiannya mencakup Asia Tenggara. Sejak kembali ke tanah air pada 2003 setelah 10 tahun meninggalkan Indonesia, Mahendra mulai menekuni training korporat untuk bidang Sales, Marketing, Communication, Strategic Management, Competititve Inteligent, dan Negotiation, serta Personal Development.

Nilai Pasar, "Real Impact", dan "Real Economy"

Kompas.com - 05/02/2021, 10:06 WIB
Ilustrasi pasar finansial China shutterstockIlustrasi pasar finansial China

KOMPAS.com - Ada masa-masa ketika jawara manusia terkaya di bumi dipegang bergantian antara Bill Gates, pendiri Microsoft, dan Warren Buffett pendiri Berkshire Hathaway.

Beberapa nama juga bergantian menduduki "Top Five Richest People" baik dalam Forbes 400 List maupun Bloomberg Billionaires Index.

Sebut saja Carlos Slim Helu (Mexico, Telecom), Bernard Arnault (Perancis, Fashion), Amancio Ortega (Spanyol, Fashion), Larry Elison (Amerika, Oracle) dan Mark Zuckerberg (Amerika, Facebook). Hal itu berakhir hingga penghujung tahun 2015 atau di pertengahan tahun 2016.

Tahun 2017, praktis perusahaan-perusahaan teknologi mulai merangsek naik dan para pendirinya menjadi milyarder-milyarder papan atas di kedua media pemeringkat tersebut.

Kita menyaksikan sendiri di pembuka tahun 2021 ini bagaimana champion dan runner up sudah tidak melibatkan nama Bill Gates maupun Warren Buffett. Kini El Classico hanya diperebutkan dua nama, Elon Musk (Tesla, SpaceX, Hyperloop) dan Jeff Bezos (Amazon).

Dengan naiknya nilai pasar perusahaan-perusahaan yang mereka dirikan, maka sejumlah persentase saham yang mereka miliki menjadi berlipat ganda nilai dolarnya.

Tesla misalnya, sepanjang tahun 2020 yang diselimuti tiarapnya ekonomi global akibat pandemi Covid-19 justru nilai pasarnya naik 743 persen (lebih dari tujuh kali lipat) menjadi 830 miliar dollar AS, yang menobatkannya menjadi orang terkaya di dunia.

Saham Tesla yang digenggamnya sebanyak 20.6 persen.

Baca juga: Sempat Orang Terkaya Dunia, Elon Musk Ternyata Sempat Hampir Bangkrut

Sementara itu rivalnya, Jeff Bezzos sang pendiri Amazon turun tahta menjadi terkaya ke dua karena kepemilikan sahamnya "hanya" 10.88 persen di balik meroketnya harga saham Amazon di sepanjang tahun 2020.

Nilai pasar dan kepemilikan sejumlah saham menjadi hal yang mendadak sangat penting beberapa tahun terakhir.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.