Pekarangan Rumah Bisa Bikin Hemat Belanja, Ini Caranya

Kompas.com - 05/02/2021, 10:59 WIB
Seorang petani tergabung Kelompok Wanita Tani Sehati pemanfaatan pekarangan pangan saat memetik hasil panen sayuran di Dukuh Dukorejan Desa Urut Sewu Kecamatan Ampel Boyolali, Kamis (4/2/2021) Seorang petani tergabung Kelompok Wanita Tani Sehati pemanfaatan pekarangan pangan saat memetik hasil panen sayuran di Dukuh Dukorejan Desa Urut Sewu Kecamatan Ampel Boyolali, Kamis (4/2/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com – Tanpa disadari, lahan kosong di sekitar rumah punya potensi untuk dimanfaatkan agar menghemat kebutuhan belanja sehari-hari.

Sayang jika punya lahan kosong dibiarkan menganggur.

Karenanya, pekarangan bisa dijadikan lahan untuk ditanami tanaman kebutuhan pangan.

Baca juga: [POPULER MONEY] Cara Ganti Sertifikat Tanah Elektronik | Kabar Baik dan Buruk Soal Gaji Pekerja

Seperti yang dilakukan Elsiana Setyawati (47), warga di Dukuh Dukorejan RT 05 RW 08 Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Elsiana mengaku tidak perlu keluar rumah atau belanja ke pasar yang berpontensi penularan Covid-19.

Sebab, di pekarangan rumah sudah tersedia berbagai jenis tanaman pangan.

Pekarangannya penuh dengan komoditas sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat.

Jenis sayuran yang menghiasi halamannya antara lain cabai, seledri, loncang, kacang panjang, buncis, kol, kangkung, pare, sawi, dan tomat.

Baca juga: Sempat Trending, Apa Kabar Bisnis Food Truck di Tengah Pandemi ?

Adapun tanaman buah di antaranya alpukat, mangga, rambutan dan buah stroberi.

Sejumlah tanaman obat atau jenis empon-empon juga ikut mewarnai isi tanaman pekarangannya petani tersebut, antara lain jahe, kencur, sere, kunci, temulawak, butrowali dan sebagainya.

Tak hanya itu, Elsiana juga membuat sebuah kolam kecil yang berisi ikan lele dan nila merah menambah keanekaragaman pangan untuk kebutuhan gizi keluarga mereka.

Rupanya, Elsiana Setyawati juga merupakan Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati, di Dukuh Dukorejan RT 05 RW 08 Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Kelompok ini berjumlah 20 anggota.

Baca juga: 12 Anak Cucu BUMN Mau IPO, Erick Thohir: Jangan Hanya Sekadar Listing!

Elsiana dan kawan-kawannya memiliki tujuan yang sama, yaitu memanfaatkan pekarangan menjadi sumber pangan berkelanjutan dan menambah pendapatan keluarga.

Ketika panen dengan jumlah yang berlebihan, mereka menjualnya ke masyarakat sekitar untuk menambah pendapatan.

Di masa pandemi Covid-19 ini, hasil panennya sangat membantu ekonomi keluarganya.

Bahkan, bersama anggota KWT Desa Urut Sewu, mereka telah memiliki konsumen dari Semarang dan Ungaran yang menampung hasil panen sayuran dan buah setiap minggunya.

"Penjualan hasil panen tanaman pangan dengan cara dikemas baik untuk meningkatkan kualitas, dan nilai harga jual produk semakin naik. Hasilnya dapat dibagi anggotanya setiap bulan untuk menambah pendapatan keluarga," kata Elsiana, dikutip dari Antara, Jumat (5/2/2021).

Baca juga: Cara Dapat Token Listrik Gratis Melalui Aplikasi PLN Mobile

Hasil panen pertaniannya juga dapat ditukarkan dengan lauk pauk hasil tanaman sesama anggota kelompoknya.

Contohnya, seperti sayuran cabai atau kacang panjang dibarter dengan ikan lele untuk melengkapi keanekaragam pangan.

Hal yang sama juga dialami petani anggota KWT Sehati Desa Urut Sewu lainnya, Nur Wijiastuti (42).

Dia mengakui, banyak manfaat didapat bagi keluarganya dari memanfaatkan pekarangan, apalagi pada masa pandemi saat ini.

"Bahan makanan untuk sehari-hari tidak perlu pergi belanja ke pasar, karena bisa menikmati hasil panen sendiri di lahan pekarangan. Yang utama saat penanam tanaman pangan dengan memakai pupuk kandang. Hasil panen bisa lebih sehat, karena pupuknya menggunakan organik," kata Nur Wijiastuti.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Minus 2,07 Persen, Rekor Terendah Sejak 1998

Nur Wijiastuti menjelaskan, ia memanfaatkan pekarangan dengan menanam berbagai jenis sayuran, antara lain kangkung, bayam, selada, stroberi dan jenis lainnya.

Selain untuk dikonsumsi sendiri, hasil panennya juga dijual ke kelompoknya jika berlebih.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X