Utang untuk Beli Saham, Apa Boleh?

Kompas.com - 05/02/2021, 11:38 WIB
Ilustrasi Utang Dok. HaloMoney.co.idIlustrasi Utang

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa minggu terakhir ini, pasar modal memang sedang mengalami tren bullish yang dipicu oleh beberapa sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri.

Penyebaran vaksin Covid-19, berbagai aksi korporasi, seperti merger Bank BUMN Syariah, kebijakan SWF (Souvereign Wealth Fund) dari Pemerintah untuk menarik minat investor luar, dan lainnya ternyata bisa membuat IHSG di awal tahun 2021 berkinerja positif.

Sampai pada tanggal 1 Februari 2021, IHSG sudah mencapai level 6.067, naik 205,19 poin atau 3,5 persen.

Dengan kabar positif ini, ada saham-saham yang berkinerja baik dengan return yang sangat tinggi, akhirnya membuat sebagian orang yang tidak terlalu paham dengan saham menjadi merasa FOMO (Fear of Missing Out), atau takut ketinggalan momentum untuk mendapatkan keuntungan.

Baca juga: Debut Perdana BSI di Bursa, Berikut Analisis Saham BRIS

Dari sini, sering kali beberapa orang berusaha mencari uang tambahan untuk membeli saham yang dikira menguntungkan. Mulai dari menjual aset, mencairkan tabungan, bahkan sampai berutang.

Padahal, menurut Perencanaan Keuangan Finansialku, Harryka Joddy P, CFP®, saham merupakan instrumen investasi yang berisiko cukup tinggi. Bila tidak dilakukan analisis yang matang, bukan untung yang didapat, namun akan rugi besar.

Dalam Islam misalnya, utang merupakan salah satu sektor penunjang dalam ekonomi umat, baik bagi yang tidak mampu maupun yang memiliki banyak harta. Tidak sedikit kasus dan konflik yang hadir menyoal tentang utang. Tentu hal ini akan berdampak pada masalah sosial lainnya.

Oleh karena itu, perlu diperhatikan beberapa aspek berutang. Berikut penjelasan lebih lanjutnya menurut Harryka.

1. Gunakan utang dalam keadaan darurat

Sebenarnya, utang boleh saja digunakan jika dalam kondisi darurat. Terkhusus jika kamu  sedang ada kebutuhan mendesak atau kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan.

Namun ujar Harryka, usahakan tidak berutang untuk kebutuhan konsumtif, sekunder, bahkan untuk tersier. Pastikan dan hitung dahulu apakah kamu benar-benar mampu membayarnya nanti, agar jumlah pinjaman kamu bisa lebih rasional.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X