IHSG Sesi I Ditutup Naik, Berikut Saham yang Paling Banyak Dijual dan Dibeli Asing

Kompas.com - 05/02/2021, 13:02 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,32 persen ke level 6.126,84, pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (5/2/2021).

Melansir RTI, hingga siang ini saham BRI (BBRI) paling banyak di borong asing. Sedangkan saham Bank Mandiri (BMRI) paling banyak di jual asing.

Asing mencatatkan pembelian saham BBRI sebanyak Rp 48,8 miliar di seluruh pasar, dengan volume transaksi 48,7 juta saham dan total transaksi Rp 217,4 miliar. Meski demikian, saham BBRI mengalami penurunan 0,67 persen di sesi I pada level 4.460 per lembar saham.

Baca juga: Utang untuk Beli Saham, Apa Boleh?

Analis PT Panin Sekuritas Tbk. William Hartanto mengatakan, secara teknikal saham BBRI berpotensi menggagalkan pola head and shoulders dengan potensi penguatan di atas resistance 4.450.

“Saham BBRI diperkirakan hari ini akan bergerak pada level support 4.450 sampai dengan 4.400 dan resistance di level 4.600,” kata William dalam rekomendasinya.

Selain BBRI, siang ini asing juga paling banyak borong saham AKR Corporindo (AKRA) dan saham BTN (BBTN). Asing beli AKRA senilai Rp 32,7 miliar, sementara BBTN senilai Rp 17 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AKRA sepanjang siang bergerak positif dengan kenaikan 3,2 persen di level 3.520. Adapun total transaksi AKRA siang ini mencapai Rp 77,7 miliar dengan volume 22,4 juta saham. BBTN juga menguat 0,86 persen di level 1.765 dengan jumlah transaksi Rp 43,2 milar dan volume 24,6 juta saham.

Sementara itu saham BMRI tercatat paling banyak di jual asing dengan nilai transaksi mencapai Rp 62,3 miliar di seluruh pasar. Hingga siang saham BMRI melemah 1,14 persen di level 6.500 per saham, total transaksi BMRI mencapai Rp 163,9 miliar dengan volume 25 juta saham.

William mengatakan, berdasarkan analisis teknikal saham BMRI yang sebelumnya berada pada demand zone, kini berpeluang meninggalkan zona tersebut dan berpeluang bergerak pada level support 6.500 sampai dengan 6.450, dan resistance di level 6.920 hingga 7.450.

Selain BMRI, asing juga banyak jual saham PT XL Axiata (EXCL) dan Indofood CBP Makmur (ICBP). Hingga siang ini aksi jual EXCL oleh asing mencapai Rp 23,7 miliar di seluruh pasar. Di sesi I, EXCL melemah 1,24 persen di level 2.380 dengan total transaksi Rp 39,9 miliar dan volume transaksi 16,7 juta saham.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.