Resiliensi Bisnis: Pemikiran Desain Menuju Berkelanjutan

Kompas.com - 05/02/2021, 17:30 WIB
Ilustrasi Industri 4.0 SHUTTERSTOCKIlustrasi Industri 4.0

Oleh: Wilson Kosasih

WABAH Covid-19 mengacaukan ritme bisnis, industri dan ekonomi global. Banyak negara tengah menutup akses masuk ke wilayah mereka dan membatasi kegiatan manufaktur skala besar.

Produksi berhenti dan konsumsi masyarakat pun mengalami perubahan mengakibatkan kacaunya rantai pasok global. Dampaknya, banyak pelaku usaha yang tidak dapat beradaptasi, bahkan tidak mampu bertahan diterjang badai pandemi ini.

Dalam berbagai forum diskusi, diutarakan bahwa konsep globalisasi akan dikaji ulang dan negara akan berfokus memperluas produksi dalam negeri dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap pemasok negara lain sehingga gangguan rantai pasokan pada negara tersebut dapat cepat diselesaikan.

Baca juga: Mau Beli Mobil Listrik? Tunggu Saja sampai Akhir Tahun, Ini Sebabnya

Di satu sisi, krisis global ini menyadarkan kita semua akan pentingnya kekuatan ekonomi dan kemandirian dalam negeri sendiri dalam upaya meningkatkan ketahanan suatu negara.

Di sisi lain, pandemi ini juga mendorong kita semua melakukan refleksi diri tentang perlu adanya "pemikiran desain" yang berorientasi inovasi berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, lingkungan dan sosial, yang dikenal luas dengan sebutan triple bottom line, demi meningkatkan daya saing bangsa dan keberlangsungan planet ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemikiran desain (design thinking) merupakan suatu proses terstruktur dan berulang-ulang untuk memanfaatkan kreativitas serta melibatkan pemangku kepentingan dari latar belakang yang berbeda.

Tentu berbeda antara "pemikiran desainer" dan "pemikiran desain". Liedtka (2015) mengatakan bahwa pemikiran desain berbeda dengan pendekatan inovasi biasa, karena bukanlah proses yang kaku melainkan terintegrasi dengan cara berpikir kreatif dan analitik beserta berbagai alat dan teknik langsung.

Istilah pemikiran desain pertama kali diperkenalkan oleh John E Arnold dalam bukunya "Creative Engineering" tahun 1959, dan L Bruce Archer dalam bukunya "Systematic Method for Designers" tahun 1965.

Menurut Arnold, pemikiran desain adalah pemecahan masalah yang berfokus pada manusia (human-centered design) yang dapat menghasilkan fungsionalitas baru, tingkat kinerja yang lebih tinggi, menurunkan biaya produksi, dan meningkatkan nilai jual.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.