HIPMI: Jangan Pengusaha Asing Saja yang Eksis di Industri Migas

Kompas.com - 05/02/2021, 21:21 WIB
Ilustrasi para pekerja di industri  migas sedang melaksanakan pekerjaannya di lapangan. SHUTTER STOCKIlustrasi para pekerja di industri migas sedang melaksanakan pekerjaannya di lapangan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) ingin pengusaha muda masuk ke industri minyak dan gas (migas).

"Karena agar ada transfer knowledge. Jangan sampai pengusaha asing saja yang eksis, harus ada regenerasi pengusaha migas baru," ujar Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Maming, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (5/2).

"Kita perlu lahirkan Medco-Medco baru dari dalam negeri," sambungnya.

Ia mengatakan, ada berbagai program Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan para kontraktor kerja sama yang akan coba direalisasikan di 2021.

Baca juga: Sucorinvest Asset Management Hentikan Sementara Penjualan Dua Reksadana

Program tersebut mulai dari pengeboran masif di wilayah kerja rokan yang akan berakhir di Agustus 2021, pengeboran sebanyak 616 sumur di 2021 hingga pencapaian target Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) barang dan jasa di tahun 2021 sebesar 57 persen.

Dari rencana belanja KKKS sebesar 6 miliar dollar AS, terdapat 57 persen yang diprioritaskan kepada industri dalam negeri. Nilainya diperkirakan akan mencapai angka sebesar 3,4 miliar dollar AS, atau setara dengan Rp 48,5 triliun (kurs Rp 14.000).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jangan dilakukan oleh pengusaha-pengusaha asing, potensial angka tersebut dari procurement list yang sudah disampaikan oleh SKK itu harus dikolaborasikan oleh pengusaha-pengusaha lokal dan daerah agar ada pemerataan ekonomi," ungkapnya.

Sementara terkait pencapaian target TKDN, HIPMI menilai kian kompleks karena pemerintah sedang diminta untuk melakukan efisiensi. Hal ini membuat industri atau perusahaan dalam negeri harus menjadi semakin efisien dalam memproduksi barang-barang yang dihasilkan.

Dalam mempercepat proses pengembangan industri atau perusahaan dalam negeri, HIPMI menilai dibutuhkan peran lebih dari BKPM bersama-sama dengan SKK Migas dan didukung oleh stakeholder lainnya.

"Peran BKPM, SKK Migas dan para stakeholder lainnya serta dukungan dan niat baik dari para pelaku bisnis di BUMN dan swasta inilah yang perlu kita tunggu," pungkasnya.

Baca juga: PHRI: Jika Lockdown Akhir Pekan Diterapkan, Ratusan Restoran Akan Tutup Permanen Tiap Bulan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.