[POPULER DI KOMPASIANA] Polemik Partai Demokrat | Gaya Crazy Rich Warga +62 | Tata Cara Pengurusan Jenazah

Kompas.com - 06/02/2021, 16:16 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, di mana gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAKetua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, di mana gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

KOMPASIANA---Pada minggu ini jagat media sosial diramaikan tentang konflik yang terjadi pada Partai Demokrat. Meski sekadar isu internal, tapi kata "kudeta" sempat berhembus.

Bahkan menurut keterangan Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengakui jika pihak Istana sudah menerima surat dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pasalnya, menurut Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut adanya keterlibatan orang di istana.

Hal yang banyak dikomentari warganet justru terkait adanya intervensi dan itu bisa menimbulkan konflik kepentingan.

Selain itu, masih ada konten terpopuler dan menarik lainnya di Kompasiana dalam sepekan sebagai berikut:

1. AHY dan Dilema Memilih Panggung

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Isu kudeta yang ingin terjadi di Partai Demokrat semakin panas ketika ada beberapa nama yang disebut terlibat di sana.

Karena polemik ini, Kompasianer Arnold Adoe melihat justru Partai Demokrat menghadapi kegaduhan politik dari luar dan dalam.

Untuk itulah dalam komunikasi politik yang dilakukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Kompasianer Arnold Adoe membaginya menjadi 2, yakni panggung depan dan panggung belakang.

Panggung depan, lanjutnya, merupakan tempat politisi menyampaikan pesan politiknya kepada publik secara terang-terangan dan bersiap untuk menerima segala respon hingga interpretasi terhadap pernyataan politik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X