Jatuh Bangun CEO Eiger Ronny Lukito di Dunia Bisnis

Kompas.com - 06/02/2021, 17:00 WIB
CEO PT Eigerindo Multi Produk Industri Ronny Lukito. (Tangkapan Layar Youtube Eiger) mcaCEO PT Eigerindo Multi Produk Industri Ronny Lukito. (Tangkapan Layar Youtube Eiger)

 

Digugat Exxon Oil dan sempat terlilit bunga bank

Pada tahun 1979, nama Butterfly diubah menjadi Exxon, tapi nama ini digugat perusahaan Exxon Oil Amerika Serikat. Alhasil, nama tersebut kembali diubah menjadi Exsport (Exxon Sporty).

Dari perubahan itulah kemudian hari lahir merek lainnya seperti Eiger, yang dicetuskan sekitar tahun 1990, Bodypack, dan Neosack.

Begitulah kemudian ia mampu membeli tanah seluas 6.000 meter persegi di kawasan Kopo, Kota Bandung, yang menjadi pabrik Eiger. Kelak, Ronny akhirnya juga mampu membuka outlive store di Jalan Setiabudi dan EST Store di Jalan Sumatera, Kota Bandung.

Pada tahun 1992, Ronny bahkan memperoleh penghargaan Upakarti Pemerintah Republik Indonesia atas usahanya menjalin kemitraan dengan para pengrajin tas. Ronny memberikan modal pada awal usaha bagi belasan perajin lalu memberi tas yang diproduksi para perajin.

Hanya saja, Ronny juga sempat terlilit persoalan dengan bank. Ini bermula ketika dia berekspansi usaha di bidang properti. Investasi besar-besaran dia lakukan dengan membangun Vila Trinity pada 1991, lalu Perumahan Galeria tahun 1995 di Kabupaten Bandung Barat.

Untuk itu, dia meminjam dana dari bank. Namun, keputusannya terjun di bidang properti terkesan kurang pertimbangan matang.

Baca juga: Pernyataan Lengkap CEO Eiger Minta Maaf usai Viral Tegur YouTuber

Perhitungannya saat itu meleset. Tahun 1998, krisis moneter melanda, sedangkan bisnis properti terkena imbasnya.

"Saya harus menanggung bunga bank yang tinggi, hingga banyak utang. Aset pabrik Eiger disita. Saya harus menebus utang di bank Rp 4,5 miliar,” cerita Ronny.

Meski begitu, ia bersyukur, masa kritis bisa dilewati tanpa kehilangan aset. Utang itu dia lunasi tahun 2003. Ia juga bersyukur, pada masa krisis tidak harus memutus hubungan kerja atau merumahkan karyawan. Pada krisis ekonomi tahun 2008, Ronny malah menambah karyawan.

”Dalam keadaan sulit itu, saya bernazar, jika bisnis kami bangkit kembali, saya akan menjalankan green business dalam segala aspek, yakni bisnis yang tidak korup, tidak menggelapkan pajak, membayar gaji karyawan dengan layak, dan menjalankan bisnis yang ramah lingkungan,” urainya.

Sejarah merek Eiger

Dari laman resmi perusahaan, Eiger diluncurkan pertama kali pada tahun 1989 sebagai produk untuk memenuhi berbagai kebutuhan perlengkapan dan peralatan bagi gaya hidup para penggiat alam terbuka.

Nama Eiger sendiri terinspirasi dari Gunung Eiger berketinggian 3.970 mdpl dan menjadi “gunung tersulit didaki” ke-3 di dunia yang terletak di Bernese Alps, Swiss.

Kini, Eiger menyediakan tiga kategori produk utama, yaitu Mountaineering yang berorientasi pada kegiatan pendakian gunung; Riding yang berfokus pada penjelajahan sepeda motor; serta Authentic 1989 yang diinspirasi dari gaya klasik para pencinta kegiatan petualangan alam terbuka yang diwujudkan dalam desain yang kasual dan stylish.

Semua itu tak lepas dari peran Ronny yang merupakan sosok penting di balik nama besar Eiger. Kegigihan membuat usaha yang awalnya hanya berskala rumah tangga dengan ekonomi keluarga pas-pasan, mampu berkembang pesat.

Baca juga: Mau Sertifikat Tanahnya Jadi Elektronik? Simak Syarat dan Prosedurnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.