Angka Kematian Lansia karena Covid-19 di RI Tinggi

Kompas.com - 07/02/2021, 17:50 WIB
Ilustrasi pasien virus corona, pasien Covid-19 SHUTTERSTOCK/FunKey FactoryIlustrasi pasien virus corona, pasien Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut kelompok lanjut usia (lansia) di Indonesia memiliki tingkat kematian yang tinggi karena Covid-19.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, berdasarkan data yang dia peroleh dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN), angka kematian lansia karena Covid-19 mencapai 47,3 persen.

“Menjadi keharusan bagi pemerintah untuk menetapkan pemberian penggunaan vaksin yang tersedia, yaitu Coronavac menjadi prioritas untuk diberikan pada kelompok lansia,” ujar Penny dalam konferensi pers virtual, Minggu (7/2/2021).

Baca juga: Izinkan Lansia Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac, BPOM Ingatkan untuk Berhati-hati

Melihat data tersebut, BPOM pihaknya langsung mencari data terkait proses uji klinis yang dilakukan terhadap lansia di China dan Brazil.

Data-data itu diperlukan BPOM untuk memberi persetujuan pemberian vaksin Covid-19 buatan Sinovac untuk kelompok lansia di Indonesia.

Berdasarkan data yang didapat dari hasil uji klinis di China dan Brazil, didapatkan fakta bahwa pemberian vaksin ini tidak memberikan efek samping yang serius kepada para lansia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Telah diperoleh hasil bahwa pemberian vaksin ini pada kelompok 60 tahun ke atas, vaksin aman dan tidak ada efek samping berupa kematian. Dari hasil studi klinik yang telah dilakukan juga efek samping yang umum terjadi ringan, yaitu nyeri, mual, deman, bengkak, merah pada kulit dan sakit kepala,” kata dia.

Baca juga: RS Pelni Sediakan Layanan Vaksin Mandiri Berbayar, Benar atau Hoaks?

Kendati begitu, Penny menekankan agar dalam proses vaksinasi kepada para lansia nantinya dilakukan dengan hati-hati.

Sebab, kelompok tersebut kebanyakan memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

“Oleh karena itu proses screening menjadi sangat kritikal, sangat penting sebelum dokter memberikan persetujuan pemberian vaksinasi. Badan POM telah mengeluarkan fact sheet kepada tenaga kesehatan yang dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan dan vaksinator dalam melaksanakan screening sebelum melaksanakan vaksinasi,” ucap dia.

Penny berharap, dengan diberikannya pesetujuan pemberian vaksin terhadap para lansia ini dapat menekan angka kematian akibat Covid-19 kepada kelompok tersebut.

“Dengan telah diterbitkannya persetujuan vaksin untuk populasi lansia, diharapkan angka kejadian infeksi dan kematian lansia akibat infeksi Covid-19 dapat menurun,” ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X