Kompas.com - 07/02/2021, 20:02 WIB
Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Data refinitiv menunjukkan, perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 membukukan pertumbuhan laba untuk kuartal keempat tahun 2020.

“Dari laporan keuangan perusahaan S&P 500 yang sudah dikeluarkan, 80 persen berhasil melampaui ekspektasi laba analis. Perusahaan teknologi bahkan 97 persen laporan kinerjanya mengalahkan proyeksi analis. Data laporan keuangan masih akan menjadi salah satu sentimen utama pekan ini,” jelas Hans.

Baca juga: Ada Kenaikan Cukai, Empat Saham Produsen Rokok Malah Unjuk Gigi

Di sisi lain, dunia mulai menunjukan tren penurunan kasus Covid-19 seiring dengan lockdown ketat yang dilakukan banyak negara.

Amerika Serikat menunjukan trend turun tajam sejak awal tahun 2021.

Program vaksin Amerika Serikat juga cukup sukses dibandingkan Eropa dan di kabarkan telah melebihi jumlah orang yang terinfeksi virus corona.

Di Indonesia biarpun belum terlihat signifikan, tetapi mulai terlihat tren penurunan kasus baru harian sejak awal Februari 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebijakan Pemerintah Pusat melakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali mulai efektif pada periode kedua menekan kasus.

Baca juga: Kesamaan Asabri-Jiwasraya: Limbung Karena Tersangkut Saham Gorengan

Namun, bila terus diperpanjang, PPKM berpotensi menekan perekonomian sektor rill dan membatasi pemulihan ekonomi di tahun 2021.

Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk segera menurunkan kasus baru harian karena banyak negara lain dari awal tahun sudah berhasil melakukannya.

Percepatan proses vaksin Covid-19 juga sangat penting dilakukan.

Bila kasus terus naik dan vaksin Covid-19 berlangsung lambat dikhawatirkan dana asing bisa bergerak keluar dari pasar keuangan Indonesia.

“Percepatan proses vaksin dan penurunan kasus covid 19 di Indonesia sangat penting untuk menekan sentimen negatif di pasar keuangan,” ungkap Hans.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Naik, Berikut Saham yang Paling Banyak Dijual dan Dibeli Asing

Hans memproyeksikan, dalam sepekan ke depan, IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 6.018 hingga 5.825 dan resistance di level 6.179 hingga 6.269.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan tujuan bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.